Kamis, 03 April 2025

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM IV

 



Hari/Tanggal  :   Kamis / 3 April 2025
BAB 9 : Mengenal Sholat Jum'at, Dhuha dan Tahajud


Capaian Pembelajaran :

Pada elemen fikih, peserta didik dapat melaksanakan puasa, salat jumat
dan salat sunah dengan baik, memahami konsep balig dan tanggung
jawab yang menyertainya (taklīf).





MATERI  AJAR


A. SHOLAT JUM'AT

Di kelas 2 kalian telah belajar tata cara salat fardu. Kalian tentu ingat, kita diperintahkan mendirikan salat fardu lima kali dalam sehari. Salat Subuh, Zuhur, Asar, Magrib dan Isya. Kalian juga telah belajar tata cara salat sunah Rawatib di kelas 3. Salat sunah yang dikerjakan sebelum atau sesudah salat fardu. 

Anak-Anak, ingatkah kalian, mengapa kita harus salat? Ada seorang yang sangat baik kepadamu. Ia menjagamu. Ia menyiapkan tempat tinggal untukmu. Ia menyiapkan bahan makanan dan sebagainya. Seandainya ia memintamu untuk menemuinya, bagaimana sikapmu? Apakah kalian menolaknya? Apakah kalian bermalas-malasan menemuinya? Atau kalian datang kepadanya jika ada perlu? Tentu tidak, bukan? 

Anak-Anak, sadarilah, bahwa Allah Swt. menciptakanmu. Dia memelihara dan memberikan kalian nikmat yang tidak terhitung. Pantaskah kalian malas menemui-Nya? Padahal Dia hanya mengundang lima kali sehari untuk beberapa menit. Itu pun dengan rentang waktu yang tidak terlalu lama. Kalian juga tidak perlu jauh-jauh untuk menemui-Nya. 

Di mana pun di bumi ini, kalian dapat mendirikan salat. Di tempat keramaian ataupun sepi sendirian. Jika lupa, kalian dapat melaksanakan salat ketika ingat. Jika ketiduran, kalian mendirikan salat ketika terjaga. Sangat mudah, bukan? Allah Swt. menjanjikan banyak anugerah bagi yang menghadap kepada-Nya. Nabi saw. menganjurkan agar kalian terbiasa mendirikan salat sejak usia tujuh tahun. 

Berapa usia kalian sekarang? Jika usia sepuluh tahun belum juga salat, orang tua kalian dapat memberikan hukuman, misalnya tidak diberi uang jajan. Nabi saw. bersabda:



Anak-Anak, Apa keistimewaan hari Jumat? Mengapa umat Islam melaksanakan salat Jumat? Rasulullah saw. bersabda bahwa “Hari Jumat adalah tuannya semua hari dan hari yang paling agung. Bahkan bagi Allah, hari Jumat lebih agung dari pada hari raya Idulfitri dan Iduladha.” Inilah keistimewaan hari Jumat. Pada malam dan siang hari Jumat.

Kita dianjurkan untuk membaca surah al-Kahfi. Kita juga dianjurkan untuk memperbanyak membaca selawat kepada Nabi saw. Bagaimana bacaan selawat yang biasa kalian baca di rumah? Ayo berselawat! Umat Islam diperintahkan untuk mendirikan salat Jumat berdasarkan firman Allah Swt. berikut ;





Salat Jumat adalah salat dua rakaat yang dilakukan pada waktu zuhur hari 
Jumat. Salat Jumat didahului dengan dua khutbah. Salat Jumat hukumnya fardu 
ain (kewajiban setiap orang). Siapa saja yang wajib melaksanakan salat Jumat? 


Salat Jumat wajib bagi: 1) muslim, 2) laki-laki, 3) merdeka, 4) dan 5) balig 
dan berakal sehat (mukalaf) 6) penduduk tetap (mukim) dan 7) bebas dari aneka 
halangan yang dibenarkan agama, seperti sakit atau orang yang bertugas 
menjaga orang sakit parah. Demikian juga cuaca yang tidak bersahabat, seperti 
hujan lebat, terik panas matahari atau dingin yang menyengat. Termasuk juga 
halangan yang dibenarkan adalah rasa takut terhadap diri bahkan harta yang 
dikhawatirkan hilang. 
Bagaimana dengan perempuan, anak-anak, dan orang yang sedang berada 
dalam perjalanan jauh? Apakah mereka wajib mengerjakan salat Jumat?






Kesimpulan

Shalat Jum'at merupakan shalat dua raka'at pada hari Jum'at dan di kerjakan pada waktu zuhur sesudah dua khutbah. Orang yang telah mengerjakan shalat Jum'at, tidak diwajibkan mengerjakan shalat zuhur lagi. Sesungguhnya shalat Jum'at, sudah diperintahkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad Saw.


Alhamdulillah.....
Pembelajaran hari ini BAB tentang Mengenal Sholat Jum'at, dari 25 peserta didik kelas IV C masih ada 3 peserta didik yang belum mampu memhami materi tentang Sholat jum'at.

Kamis, 13 Maret 2025

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM IV

 

Hari/Tanggal  :  Kamis / 13 Maret 2025

BAB 8   :  AKU ANAK SHOLEH


Capaian Pembelajaran :

Pada elemen akhlak, peserta didik menghormati dan berbakti kepada
orang tua dan guru, dan menyampaikan ungkapan- ungkapan positif
(kalimah ṫayyibah) dalam keseharian. Peserta didik memahami arti
keragaman sebagai sebuah ketentuan dari Allah SWT. (sunnatullāh).
Peserta didik mengenal norma yang ada di lingkungan sekitarnya dan
lingkungan yang lebih luas, percaya diri mengungkapkan pendapat
pribadi, memahami pentingnya musyawarah untuk mencapai
kesepakatan dan pentingnya persatuan.



Assalamu'alaikum....


Kita awali dengan mengucapkan lafal Bismillahirrahmanirrohiim....

Anak-Anak, tahukah kalian, apakah agama itu? Salah seorang sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah saw., “Apakah agama itu?” Beliau menjawab, “Akhlak yang baik.” (H.R. Bukhari)


Hadis ini mengajarkan kepada kita bahwa kesalehan seseorang dapat diamati dari perilaku sehari-hari. Semakin saleh seseorang, seyogianya semakin baik pula akhlaknya. Kalian masih ingat, bukan, bahwa Rasulullah memiliki sifat yang baik? Rasulullah saw. adalah teladan dan contoh paling sempurna bagi kita. Beliau selalu berucap dan bertindak benar (sidik), menyampaikan kebenaran (tablig), terpercaya (amanah), dan cerdas (fatanah). Anak yang saleh adalah anak yang selalu meneladani dan mencontoh akhlak Rasulullah saw. Jadi jelas, ya, anak saleh selalu berperilaku baik. Kali ini kita akan belajar tentang perilaku baik yang patut dimiliki, yaitu menyebarkan salam dan senang menolong orang lain. Kita juga akan belajar tentang perilaku buruk yang patut dihindari, yaitu ciri-ciri munafik.


C. Ciri-Ciri Munafik 

Kalian telah belajar tentang senang menolong orang lain. Allah Swt. memerintahkan kita untuk saling menolong dalam kebaikan dan takwa dan melarang kita untuk saling menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Salah satu sikap yang mengakibatkan dosa dan harus dihindari yaitu munafik.

Anak-Anak, Rasulullah menjadi teladan dan contoh bagi kita. Beliau selalu berkata jujur dan menepati janji. Jujur merupakan salah satu sifat terpuji yang disukai oleh Allah. Jujur artinya lurus hati, tidak berbohong, atau berkata apa adanya. Jujur juga berarti tidak curang, misalnya dalam permainan, atau menuruti aturan yang berlaku. Jujur harus dilakukan dalam perkataan maupun perbutanan. Jujur dalam perkataan berarti mengatakan yang sebenarnya, tidak mengada-ada. Jujur dalam perbuatan berarti mengerjakan sesuatu menuruti petunjuk atau aturan yang berlaku.

Rasulullah saw. tidak pernah berkata dusta, ingkar janji atau berkhianat jika mendapat amanah. Rasulullah saw. bersabda: َ 

Artinya: Ciri-ciri munafik itu ada tiga, yaitu: jika berkata, ia berdusta, jika berjanji, ia mengingkari, dan jika dipercaya, ia berkhianat. (H.R. Muttafaq Alaih [Bukhari dan Muslim] dari Abu Hurairah r.a.) Hadis Nabi saw. di atas menyebutkan tiga ciri munafik, yaitu berdusta, ingkar janji dan berkhianat. Tahukah kalian apakah munafik itu? Munafik berarti bermuka dua. Munafik juga berarti berpura-pura percaya atau setia dan sebagainya kepada agama dan sebagainya, tetapi sebenarnya dalam hatinya tidak.


Kesimpulan pembelajaran hari ini ;

Kita sebagai seorang muslim wajib hukumnya menjawab SALAM.
Berbuatlah kebaikan walaupun itu sekecil biji zarah, insya Allah pasti ada balasannya.
Jauhilah dirimu dari sifat munafik.


Alhamdulillah....
Kegiatan pembelajaran hari ini BAB Aku Anak Sholeh, dari 25 peserta didik kelas IV C masih ada 2 peserta didik yang belum memahami ciri-ciri orang munafik dengan baik. Dan semoga anak sholih dan sholihah dapat mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari... aamiin...

Wassalamu'alaikum


Selasa, 11 Maret 2025

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS IV

 

Hari/Tanggal  :  Selasa / 11 Maret 2025

BAB 8   :  AKU ANAK SHOLEH


Capaian Pembelajaran :

Pada elemen akhlak, peserta didik menghormati dan berbakti kepada
orang tua dan guru, dan menyampaikan ungkapan- ungkapan positif
(kalimah ṫayyibah) dalam keseharian. Peserta didik memahami arti
keragaman sebagai sebuah ketentuan dari Allah SWT. (sunnatullāh).
Peserta didik mengenal norma yang ada di lingkungan sekitarnya dan
lingkungan yang lebih luas, percaya diri mengungkapkan pendapat
pribadi, memahami pentingnya musyawarah untuk mencapai
kesepakatan dan pentingnya persatuan.



Assalamu'alaikum....


Kita awali dengan mengucapkan lafal Bismillahirrahmanirrohiim....

Anak-Anak, tahukah kalian, apakah agama itu? Salah seorang sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah saw., “Apakah agama itu?” Beliau menjawab, “Akhlak yang baik.” (H.R. Bukhari)


Hadis ini mengajarkan kepada kita bahwa kesalehan seseorang dapat diamati dari perilaku sehari-hari. Semakin saleh seseorang, seyogianya semakin baik pula akhlaknya. Kalian masih ingat, bukan, bahwa Rasulullah memiliki sifat yang baik? Rasulullah saw. adalah teladan dan contoh paling sempurna bagi kita. Beliau selalu berucap dan bertindak benar (sidik), menyampaikan kebenaran (tablig), terpercaya (amanah), dan cerdas (fatanah). Anak yang saleh adalah anak yang selalu meneladani dan mencontoh akhlak Rasulullah saw. Jadi jelas, ya, anak saleh selalu berperilaku baik. Kali ini kita akan belajar tentang perilaku baik yang patut dimiliki, yaitu menyebarkan salam dan senang menolong orang lain. Kita juga akan belajar tentang perilaku buruk yang patut dihindari, yaitu ciri-ciri munafik.


C. Ciri-Ciri Munafik 

Kalian telah belajar tentang senang menolong orang lain. Allah Swt. memerintahkan kita untuk saling menolong dalam kebaikan dan takwa dan melarang kita untuk saling menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Salah satu sikap yang mengakibatkan dosa dan harus dihindari yaitu munafik.

Anak-Anak, Rasulullah menjadi teladan dan contoh bagi kita. Beliau selalu berkata jujur dan menepati janji. Jujur merupakan salah satu sifat terpuji yang disukai oleh Allah. Jujur artinya lurus hati, tidak berbohong, atau berkata apa adanya. Jujur juga berarti tidak curang, misalnya dalam permainan, atau menuruti aturan yang berlaku. Jujur harus dilakukan dalam perkataan maupun perbutanan. Jujur dalam perkataan berarti mengatakan yang sebenarnya, tidak mengada-ada. Jujur dalam perbuatan berarti mengerjakan sesuatu menuruti petunjuk atau aturan yang berlaku.

Rasulullah saw. tidak pernah berkata dusta, ingkar janji atau berkhianat jika mendapat amanah. Rasulullah saw. bersabda: َ 

Artinya: Ciri-ciri munafik itu ada tiga, yaitu: jika berkata, ia berdusta, jika berjanji, ia mengingkari, dan jika dipercaya, ia berkhianat. (H.R. Muttafaq Alaih [Bukhari dan Muslim] dari Abu Hurairah r.a.) Hadis Nabi saw. di atas menyebutkan tiga ciri munafik, yaitu berdusta, ingkar janji dan berkhianat. Tahukah kalian apakah munafik itu? Munafik berarti bermuka dua. Munafik juga berarti berpura-pura percaya atau setia dan sebagainya kepada agama dan sebagainya, tetapi sebenarnya dalam hatinya tidak.


Kesimpulan pembelajaran hari ini ;

Kita sebagai seorang muslim wajib hukumnya menjawab SALAM.
Berbuatlah kebaikan walaupun itu sekecil biji zarah, insya Allah pasti ada balasannya.
Jauhilah dirimu dari sifat munafik.


Alhamdulillah....
Kegiatan pembelajaran hari ini BAB Aku Anak Sholeh, dari 27 peserta didik kelas IV B masih ada 2 peserta didik yang belum memahami ciri-ciri orang munafik dengan baik. Dan semoga anak sholih dan sholihah dapat mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari... aamiin...

Wassalamu'alaikum


Senin, 10 Maret 2025

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS IV

  

Hari/Tanggal  :  Senin / 10 Maret 2025

BAB 8   :  AKU ANAK SHOLEH


Capaian Pembelajaran :

Pada elemen akhlak, peserta didik menghormati dan berbakti kepada
orang tua dan guru, dan menyampaikan ungkapan- ungkapan positif
(kalimah ṫayyibah) dalam keseharian. Peserta didik memahami arti
keragaman sebagai sebuah ketentuan dari Allah SWT. (sunnatullāh).
Peserta didik mengenal norma yang ada di lingkungan sekitarnya dan
lingkungan yang lebih luas, percaya diri mengungkapkan pendapat
pribadi, memahami pentingnya musyawarah untuk mencapai
kesepakatan dan pentingnya persatuan.



Assalamu'alaikum....


Kita awali dengan mengucapkan lafal Bismillahirrahmanirrohiim....

Anak-Anak, tahukah kalian, apakah agama itu? Salah seorang sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah saw., “Apakah agama itu?” Beliau menjawab, “Akhlak yang baik.” (H.R. Bukhari)


Hadis ini mengajarkan kepada kita bahwa kesalehan seseorang dapat diamati dari perilaku sehari-hari. Semakin saleh seseorang, seyogianya semakin baik pula akhlaknya. Kalian masih ingat, bukan, bahwa Rasulullah memiliki sifat yang baik? Rasulullah saw. adalah teladan dan contoh paling sempurna bagi kita. Beliau selalu berucap dan bertindak benar (sidik), menyampaikan kebenaran (tablig), terpercaya (amanah), dan cerdas (fatanah). Anak yang saleh adalah anak yang selalu meneladani dan mencontoh akhlak Rasulullah saw. Jadi jelas, ya, anak saleh selalu berperilaku baik. Kali ini kita akan belajar tentang perilaku baik yang patut dimiliki, yaitu menyebarkan salam dan senang menolong orang lain. Kita juga akan belajar tentang perilaku buruk yang patut dihindari, yaitu ciri-ciri munafik.


C. Ciri-Ciri Munafik 

Kalian telah belajar tentang senang menolong orang lain. Allah Swt. memerintahkan kita untuk saling menolong dalam kebaikan dan takwa dan melarang kita untuk saling menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Salah satu sikap yang mengakibatkan dosa dan harus dihindari yaitu munafik.

Anak-Anak, Rasulullah menjadi teladan dan contoh bagi kita. Beliau selalu berkata jujur dan menepati janji. Jujur merupakan salah satu sifat terpuji yang disukai oleh Allah. Jujur artinya lurus hati, tidak berbohong, atau berkata apa adanya. Jujur juga berarti tidak curang, misalnya dalam permainan, atau menuruti aturan yang berlaku. Jujur harus dilakukan dalam perkataan maupun perbutanan. Jujur dalam perkataan berarti mengatakan yang sebenarnya, tidak mengada-ada. Jujur dalam perbuatan berarti mengerjakan sesuatu menuruti petunjuk atau aturan yang berlaku.

Rasulullah saw. tidak pernah berkata dusta, ingkar janji atau berkhianat jika mendapat amanah. Rasulullah saw. bersabda: َ 

Artinya: Ciri-ciri munafik itu ada tiga, yaitu: jika berkata, ia berdusta, jika berjanji, ia mengingkari, dan jika dipercaya, ia berkhianat. (H.R. Muttafaq Alaih [Bukhari dan Muslim] dari Abu Hurairah r.a.) Hadis Nabi saw. di atas menyebutkan tiga ciri munafik, yaitu berdusta, ingkar janji dan berkhianat. Tahukah kalian apakah munafik itu? Munafik berarti bermuka dua. Munafik juga berarti berpura-pura percaya atau setia dan sebagainya kepada agama dan sebagainya, tetapi sebenarnya dalam hatinya tidak.


Kesimpulan pembelajaran hari ini ;

Kita sebagai seorang muslim wajib hukumnya menjawab SALAM.
Berbuatlah kebaikan walaupun itu sekecil biji zarah, insya Allah pasti ada balasannya.
Jauhilah dirimu dari sifat munafik.


Alhamdulillah....
Kegiatan pembelajaran hari ini BAB Aku Anak Sholeh, peserta didik kelas IV A secara keseluruhan sudah mampu memahami Ciri-ciri Orang Munafik dengan baik. Semoga anak sholih dan sholihah dapat mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari... aamiin...

Wassalamu'alaikum


Kamis, 06 Maret 2025

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM IV

 





Hari/Tanggal  :  Kamis / 6 Maret 2025

BAB 8   :  AKU ANAK SHOLEH


Capaian Pembelajaran :

Pada elemen akhlak, peserta didik menghormati dan berbakti kepada
orang tua dan guru, dan menyampaikan ungkapan- ungkapan positif
(kalimah ṫayyibah) dalam keseharian. Peserta didik memahami arti
keragaman sebagai sebuah ketentuan dari Allah SWT. (sunnatullāh).
Peserta didik mengenal norma yang ada di lingkungan sekitarnya dan
lingkungan yang lebih luas, percaya diri mengungkapkan pendapat
pribadi, memahami pentingnya musyawarah untuk mencapai
kesepakatan dan pentingnya persatuan.





Assalamu'alaikum....



Kita awali dengan mengucapkan lafal Bismillahirrahmanirrohiim....

Anak-Anak, tahukah kalian, apakah agama itu? Salah seorang sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah saw., “Apakah agama itu?” Beliau menjawab, “Akhlak yang baik.” (H.R. Bukhari)

Hadis ini mengajarkan kepada kita bahwa kesalehan seseorang dapat diamati dari perilaku sehari-hari. Semakin saleh seseorang, seyogianya semakin baik pula akhlaknya. Kalian masih ingat, bukan, bahwa Rasulullah memiliki sifat yang baik? Rasulullah saw. adalah teladan dan contoh paling sempurna bagi kita. Beliau selalu berucap dan bertindak benar (sidik), menyampaikan kebenaran (tablig), terpercaya (amanah), dan cerdas (fatanah). Anak yang saleh adalah anak yang selalu meneladani dan mencontoh akhlak Rasulullah saw. Jadi jelas, ya, anak saleh selalu berperilaku baik. Kali ini kita akan belajar tentang perilaku baik yang patut dimiliki, yaitu menyebarkan salam dan senang menolong orang lain. Kita juga akan belajar tentang perilaku buruk yang patut dihindari, yaitu ciri-ciri munafik.


A. SALAM

Menyampaikan salam termasuk perilaku yang terbaik. Dikisahkan, seseorang bertanya kepada Rasulullah, mana ajaran Islam yang terbaik? Rasulullah saw. menjawab, “Memberi makan kepada fakir miskin dan memberi salam kepada orang yang engkau kenal dan orang yang belum engkau kenal. (H.R. Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin ‘Amr r.a.). 

Anak-Anak, tahukah kalian, apakah salam itu? Salam artinya damai. Salam juga berarti pernyataan hormat, tabik, atau ucapan assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak-Anak, bagaimana ucapan salam itu? Kapan ucapan salam disampaikan? Bagaimana jawaban salam? Siapa yang lebih dahulu mengucapkan salam? Ucapan salam yang lengkap yaitu: 
ُArtinya: “Semoga keselamatan, kasih sayang dan keberkahan Allah tercurah kepada kalian.” Salam disampaikan ketika kita bertemu. Salam diucapkan ketika hendak berpamitan atau berpisah. Salam diucapkan ketika masuk rumah. Salam diucapkan ketika hendak bertamu ke rumah orang lain. Salam diucapkan juga ketika memulai menelepon. Orang yang mendengar ucapan salam hendaknya menjawab dengan ucapan serupa. Berikut jawaban salam yang lengkap 

Artinya: “Semoga keselamatan, kasih sayang dan keberkahan Allah tercurah juga kepada kalian.”

Jika mendengar ucapan salam, maka kita wajib menjawabnya. Allah Swt. berfirman: 

Terjemah: “Dan apabila kamu dihormati dengan suatu (salam) penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (penghormatan itu, yang sepadan) dengannya.” (Q.S. An-Nisa/4: 86)

Lalu siapa yang lebih dahulu menyampaikan salam? Dari kisah di atas, kita menjadi tahu bahwa Rasulullah mendahului menyapa dan menyampaikan salam ketika bertemu dengan siapa pun, laki-laki, perempuan atau anak-anak. Menurut Rasul, orang yang memulai salam adalah orang yang paling utama di sisi Allah. Rasulullah saw. juga mengajarkan, “Hendaklah orang yang berkendaraan memberi salam kepada orang yang berjalan kaki, orang yang berjalan kaki memberi salam kepada orang yang duduk, kelompok orang yang sedikit memberi salam kepada kelompok yang banyak, dan kelompok orang yang muda memberi salam kepada kelompok yang tua.” (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah r.a.). 

B. SENANG MENOLONG ORANG LAIN 

Anak-Anak, kalian telah belajar tentang pentingnya salam. Menyebarkan salam menjadikan kita saling menyayangi. Apa lagi perilaku yang dapat menjadikan kita saling menyayangi?

Anak-Anak, kita senang jika memiliki sahabat. Kita hidup bertetangga. Kita juga berada di tengah masyarakat. Seyogyanya kita hidup saling menolong. Rasul saw. memberikan teladan dan contoh. Beliau selalu membantu orang yang membutuhkan pertolongan. Beliau juga menjenguk anak tetangganya yang sakit. Padahal tetangganya itu berbeda agama dan sangat membenci Nabi. Allah Swt. juga memerintahkan kita untuk saling menolong. Allah berfirman:

Terjemah: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. (Q.S. Al-Maidah/5: 2) Allah Swt. memerintahkan kita untuk saling menolong dalam kebaikan dan takwa. Saling menolong dalam kebaikan berarti saling menolong dalam melakukan yang diperintahkan Allah. Saling menolong dalam takwa berarti saling menolong untuk takut kepada larangan-Nya. Allah Swt. melarang kita untuk saling menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.

C. Ciri-Ciri Munafik

Kalian telah belajar tentang senang menolong orang lain. Allah Swt. memerintahkan kita untuk saling menolong dalam kebaikan dan takwa dan melarang kita untuk saling menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Salah satu sikap yang mengakibatkan dosa dan harus dihindari yaitu munafik.

Anak-Anak, Rasulullah menjadi teladan dan contoh bagi kita. Beliau selalu berkata jujur dan menepati janji. Jujur merupakan salah satu sifat terpuji yang disukai oleh Allah. Jujur artinya lurus hati, tidak berbohong, atau berkata apa adanya. Jujur juga berarti tidak curang, misalnya dalam permainan, atau menuruti aturan yang berlaku. Jujur harus dilakukan dalam perkataan maupun perbutanan. Jujur dalam perkataan berarti mengatakan yang sebenarnya, tidak mengada-ada. Jujur dalam perbuatan berarti mengerjakan sesuatu menuruti petunjuk atau aturan yang berlaku.

Rasulullah saw. tidak pernah berkata dusta, ingkar janji atau berkhianat jika mendapat amanah. Rasulullah saw. bersabda: َ 


Artinya: Ciri-ciri munafik itu ada tiga, yaitu: jika berkata, ia berdusta, jika berjanji, ia mengingkari, dan jika dipercaya, ia berkhianat. (H.R. Muttafaq Alaih [Bukhari dan Muslim] dari Abu Hurairah r.a.) Hadis Nabi saw. di atas menyebutkan tiga ciri munafik, yaitu berdusta, ingkar janji dan berkhianat. Tahukah kalian apakah munafik itu? Munafik berarti bermuka dua. Munafik juga berarti berpura-pura percaya atau setia dan sebagainya kepada agama dan sebagainya, tetapi sebenarnya dalam hatinya tidak.



Kesimpulan pembelajaran hari ini ;

Kita sebagai seorang muslim wajib hukumnya menjawab SALAM.
Berbuatlah kebaikan walaupun itu sekecil biji zarah, insya Allah pasti ada balasannya.
Jauhilah dirimu dari sifat munafik.



Alhamdulillah....
Kegiatan pembelajaran hari ini BAB Aku Anak Sholeh, peserta didik kelas IV C secara keseluruhan sudah mampu memahami arti Salam, dan Senang menolong Orang Lain dengan baik. Semoga anak sholih dan sholihah dapat mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari... aamiin...



Wassalamu'alaikum





Selasa, 04 Maret 2025

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS IV

 

Hari/Tanggal  :  Selasa / 4 Maret 2025

BAB 8   :  AKU ANAK SHOLEH



Assalamu'alaikum....


Kita awali dengan mengucapkan lafal Bismillahirrahmanirrohiim....

Anak-Anak, tahukah kalian, apakah agama itu? Salah seorang sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah saw., “Apakah agama itu?” Beliau menjawab, “Akhlak yang baik.” (H.R. Bukhari)


Hadis ini mengajarkan kepada kita bahwa kesalehan seseorang dapat diamati dari perilaku sehari-hari. Semakin saleh seseorang, seyogianya semakin baik pula akhlaknya. Kalian masih ingat, bukan, bahwa Rasulullah memiliki sifat yang baik? Rasulullah saw. adalah teladan dan contoh paling sempurna bagi kita. Beliau selalu berucap dan bertindak benar (sidik), menyampaikan kebenaran (tablig), terpercaya (amanah), dan cerdas (fatanah). Anak yang saleh adalah anak yang selalu meneladani dan mencontoh akhlak Rasulullah saw. Jadi jelas, ya, anak saleh selalu berperilaku baik. Kali ini kita akan belajar tentang perilaku baik yang patut dimiliki, yaitu menyebarkan salam dan senang menolong orang lain. Kita juga akan belajar tentang perilaku buruk yang patut dihindari, yaitu ciri-ciri munafik.


A. SALAM

Menyampaikan salam termasuk perilaku yang terbaik. Dikisahkan, seseorang bertanya kepada Rasulullah, mana ajaran Islam yang terbaik? Rasulullah saw. menjawab, “Memberi makan kepada fakir miskin dan memberi salam kepada orang yang engkau kenal dan orang yang belum engkau kenal. (H.R. Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin ‘Amr r.a.). 

Anak-Anak, tahukah kalian, apakah salam itu? Salam artinya damai. Salam juga berarti pernyataan hormat, tabik, atau ucapan assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak-Anak, bagaimana ucapan salam itu? Kapan ucapan salam disampaikan? Bagaimana jawaban salam? Siapa yang lebih dahulu mengucapkan salam? Ucapan salam yang lengkap yaitu: 

ُArtinya: “Semoga keselamatan, kasih sayang dan keberkahan Allah tercurah kepada kalian.” Salam disampaikan ketika kita bertemu. Salam diucapkan ketika hendak berpamitan atau berpisah. Salam diucapkan ketika masuk rumah. Salam diucapkan ketika hendak bertamu ke rumah orang lain. Salam diucapkan juga ketika memulai menelepon. Orang yang mendengar ucapan salam hendaknya menjawab dengan ucapan serupa. Berikut jawaban salam yang lengkap 

Artinya: “Semoga keselamatan, kasih sayang dan keberkahan Allah tercurah juga kepada kalian.”

Jika mendengar ucapan salam, maka kita wajib menjawabnya. Allah Swt. berfirman: 

Terjemah: “Dan apabila kamu dihormati dengan suatu (salam) penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (penghormatan itu, yang sepadan) dengannya.” (Q.S. An-Nisa/4: 86)

Lalu siapa yang lebih dahulu menyampaikan salam? Dari kisah di atas, kita menjadi tahu bahwa Rasulullah mendahului menyapa dan menyampaikan salam ketika bertemu dengan siapa pun, laki-laki, perempuan atau anak-anak. Menurut Rasul, orang yang memulai salam adalah orang yang paling utama di sisi Allah. Rasulullah saw. juga mengajarkan, “Hendaklah orang yang berkendaraan memberi salam kepada orang yang berjalan kaki, orang yang berjalan kaki memberi salam kepada orang yang duduk, kelompok orang yang sedikit memberi salam kepada kelompok yang banyak, dan kelompok orang yang muda memberi salam kepada kelompok yang tua.” (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah r.a.). 

B. SENANG MENOLONG ORANG LAIN 

Anak-Anak, kalian telah belajar tentang pentingnya salam. Menyebarkan salam menjadikan kita saling menyayangi. Apa lagi perilaku yang dapat menjadikan kita saling menyayangi?

Anak-Anak, kita senang jika memiliki sahabat. Kita hidup bertetangga. Kita juga berada di tengah masyarakat. Seyogyanya kita hidup saling menolong. Rasul saw. memberikan teladan dan contoh. Beliau selalu membantu orang yang membutuhkan pertolongan. Beliau juga menjenguk anak tetangganya yang sakit. Padahal tetangganya itu berbeda agama dan sangat membenci Nabi. Allah Swt. juga memerintahkan kita untuk saling menolong. Allah berfirman:

Terjemah: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. (Q.S. Al-Maidah/5: 2) Allah Swt. memerintahkan kita untuk saling menolong dalam kebaikan dan takwa. Saling menolong dalam kebaikan berarti saling menolong dalam melakukan yang diperintahkan Allah. Saling menolong dalam takwa berarti saling menolong untuk takut kepada larangan-Nya. Allah Swt. melarang kita untuk saling menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.

C. Ciri-Ciri Munafik 

Kalian telah belajar tentang senang menolong orang lain. Allah Swt. memerintahkan kita untuk saling menolong dalam kebaikan dan takwa dan melarang kita untuk saling menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Salah satu sikap yang mengakibatkan dosa dan harus dihindari yaitu munafik.

Anak-Anak, Rasulullah menjadi teladan dan contoh bagi kita. Beliau selalu berkata jujur dan menepati janji. Jujur merupakan salah satu sifat terpuji yang disukai oleh Allah. Jujur artinya lurus hati, tidak berbohong, atau berkata apa adanya. Jujur juga berarti tidak curang, misalnya dalam permainan, atau menuruti aturan yang berlaku. Jujur harus dilakukan dalam perkataan maupun perbutanan. Jujur dalam perkataan berarti mengatakan yang sebenarnya, tidak mengada-ada. Jujur dalam perbuatan berarti mengerjakan sesuatu menuruti petunjuk atau aturan yang berlaku.

Rasulullah saw. tidak pernah berkata dusta, ingkar janji atau berkhianat jika mendapat amanah. Rasulullah saw. bersabda: َ 

Artinya: Ciri-ciri munafik itu ada tiga, yaitu: jika berkata, ia berdusta, jika berjanji, ia mengingkari, dan jika dipercaya, ia berkhianat. (H.R. Muttafaq Alaih [Bukhari dan Muslim] dari Abu Hurairah r.a.) Hadis Nabi saw. di atas menyebutkan tiga ciri munafik, yaitu berdusta, ingkar janji dan berkhianat. Tahukah kalian apakah munafik itu? Munafik berarti bermuka dua. Munafik juga berarti berpura-pura percaya atau setia dan sebagainya kepada agama dan sebagainya, tetapi sebenarnya dalam hatinya tidak.


Kesimpulan pembelajaran hari ini ;

Kita sebagai seorang muslim wajib hukumnya menjawab SALAM.
Berbuatlah kebaikan walaupun itu sekecil biji zarah, insya Allah pasti ada balasannya.
Jauhilah dirimu dari sifat munafik.


Alhamdulillah....
Kegiatan pembelajaran hari ini BAB Aku Anak Sholeh, peserta didik kelas IV B secara keseluruhan sudah mampu memahami arti Salam, dan Senang menolong Orang Lain dengan baik. Semoga anak sholih dan sholihah dapat mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari... aamiin...

Wassalamu'alaikum



Senin, 03 Maret 2025

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS IV

 






Hari/Tanggal  :  Senin / 3 Maret 2025

BAB 8   :  AKU ANAK SHOLEH


Capaian Pembelajaran :

Pada elemen akhlak, peserta didik menghormati dan berbakti kepada
orang tua dan guru, dan menyampaikan ungkapan- ungkapan positif
(kalimah ṫayyibah) dalam keseharian. Peserta didik memahami arti
keragaman sebagai sebuah ketentuan dari Allah SWT. (sunnatullāh).
Peserta didik mengenal norma yang ada di lingkungan sekitarnya dan
lingkungan yang lebih luas, percaya diri mengungkapkan pendapat
pribadi, memahami pentingnya musyawarah untuk mencapai
kesepakatan dan pentingnya persatuan.



Assalamu'alaikum...

Kita awali dengan mengucapakan lafaz Basmalah.....

Anak-Anak, tahukah kalian, apakah agama itu? Salah seorang sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah saw., “Apakah agama itu?” Beliau menjawab, “Akhlak yang baik.” (H.R. Bukhari)

Hadis ini mengajarkan kepada kita bahwa kesalehan seseorang dapat diamati dari perilaku sehari-hari. Semakin saleh seseorang, seyogianya semakin baik pula akhlaknya. Kalian masih ingat, bukan, bahwa Rasulullah memiliki sifat yang baik? Rasulullah saw. adalah teladan dan contoh paling sempurna bagi kita. Beliau selalu berucap dan bertindak benar (sidik), menyampaikan kebenaran (tablig), terpercaya (amanah), dan cerdas (fatanah). Anak yang saleh adalah anak yang selalu meneladani dan mencontoh akhlak Rasulullah saw. Jadi jelas, ya, anak saleh selalu berperilaku baik. Kali ini kita akan belajar tentang perilaku baik yang patut dimiliki, yaitu menyebarkan salam dan senang menolong orang lain. Kita juga akan belajar tentang perilaku buruk yang patut dihindari, yaitu ciri-ciri munafik.

A. SALAM

Menyampaikan salam termasuk perilaku yang terbaik. Dikisahkan, seseorang bertanya kepada Rasulullah, mana ajaran Islam yang terbaik? Rasulullah saw. menjawab, “Memberi makan kepada fakir miskin dan memberi salam kepada orang yang engkau kenal dan orang yang belum engkau kenal. (H.R. Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin ‘Amr r.a.). 

Anak-Anak, tahukah kalian, apakah salam itu? Salam artinya damai. Salam juga berarti pernyataan hormat, tabik, atau ucapan assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak-Anak, bagaimana ucapan salam itu? Kapan ucapan salam disampaikan? Bagaimana jawaban salam? Siapa yang lebih dahulu mengucapkan salam? Ucapan salam yang lengkap yaitu: 




ُArtinya: “Semoga keselamatan, kasih sayang dan keberkahan Allah tercurah kepada kalian.” Salam disampaikan ketika kita bertemu. Salam diucapkan ketika hendak berpamitan atau berpisah. Salam diucapkan ketika masuk rumah. Salam diucapkan ketika hendak bertamu ke rumah orang lain. Salam diucapkan juga ketika memulai menelepon. Orang yang mendengar ucapan salam hendaknya menjawab dengan ucapan serupa. Berikut jawaban salam yang lengkap 

Artinya: “Semoga keselamatan, kasih sayang dan keberkahan Allah tercurah juga kepada kalian.”

Jika mendengar ucapan salam, maka kita wajib menjawabnya. Allah Swt. berfirman: 
Artinya :
Dan apabila kamu dihormati dengan suatu (salam) penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (penghormatan itu, yang sepadan) dengannya.” (Q.S. An-Nisa/4: 86)

Lalu siapa yang lebih dahulu menyampaikan salam? Dari kisah di atas, kita menjadi tahu bahwa Rasulullah mendahului menyapa dan menyampaikan salam ketika bertemu dengan siapa pun, laki-laki, perempuan atau anak-anak. Menurut Rasul, orang yang memulai salam adalah orang yang paling utama di sisi Allah. Rasulullah saw. juga mengajarkan, “Hendaklah orang yang berkendaraan memberi salam kepada orang yang berjalan kaki, orang yang berjalan kaki memberi salam kepada orang yang duduk, kelompok orang yang sedikit memberi salam kepada kelompok yang banyak, dan kelompok orang yang muda memberi salam kepada kelompok yang tua.” (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah r.a.). 


B. SENANG MENOLONG ORANG LAIN 

Anak-Anak, kalian telah belajar tentang pentingnya salam. Menyebarkan salam menjadikan kita saling menyayangi. Apa lagi perilaku yang dapat menjadikan kita saling menyayangi?

Anak-Anak, kita senang jika memiliki sahabat. Kita hidup bertetangga. Kita juga berada di tengah masyarakat. Seyogyanya kita hidup saling menolong. Rasul saw. memberikan teladan dan contoh. Beliau selalu membantu orang yang membutuhkan pertolongan. Beliau juga menjenguk anak tetangganya yang sakit. Padahal tetangganya itu berbeda agama dan sangat membenci Nabi. Allah Swt. juga memerintahkan kita untuk saling menolong. Allah berfirman:

Terjemah: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. (Q.S. Al-Maidah/5: 2) Allah Swt. memerintahkan kita untuk saling menolong dalam kebaikan dan takwa. Saling menolong dalam kebaikan berarti saling menolong dalam melakukan yang diperintahkan Allah. Saling menolong dalam takwa berarti saling menolong untuk takut kepada larangan-Nya. Allah Swt. melarang kita untuk saling menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan


C. CIRI-CIRI ORANG MUNAFIK

Kalian telah belajar tentang senang menolong orang lain. Allah Swt. memerintahkan kita untuk saling menolong dalam kebaikan dan takwa dan melarang kita untuk saling menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Salah satu sikap yang mengakibatkan dosa dan harus dihindari yaitu munafik.

Anak-Anak, Rasulullah menjadi teladan dan contoh bagi kita. Beliau selalu berkata jujur dan menepati janji. Jujur merupakan salah satu sifat terpuji yang disukai oleh Allah. Jujur artinya lurus hati, tidak berbohong, atau berkata apa adanya. Jujur juga berarti tidak curang, misalnya dalam permainan, atau menuruti aturan yang berlaku. Jujur harus dilakukan dalam perkataan maupun perbutanan. Jujur dalam perkataan berarti mengatakan yang sebenarnya, tidak mengada-ada. Jujur dalam perbuatan berarti mengerjakan sesuatu menuruti petunjuk atau aturan yang berlaku.

Rasulullah saw. tidak pernah berkata dusta, ingkar janji atau berkhianat jika mendapat amanah. Rasulullah saw. bersabda: َ 

Artinya: Ciri-ciri munafik itu ada tiga, yaitu: jika berkata, ia berdusta, jika berjanji, ia mengingkari, dan jika dipercaya, ia berkhianat. (H.R. Muttafaq Alaih [Bukhari dan Muslim] dari Abu Hurairah r.a.) Hadis Nabi saw. di atas menyebutkan tiga ciri munafik, yaitu berdusta, ingkar janji dan berkhianat. Tahukah kalian apakah munafik itu? Munafik berarti bermuka dua. Munafik juga berarti berpura-pura percaya atau setia dan sebagainya kepada agama dan sebagainya, tetapi sebenarnya dalam hatinya tidak.

Kesimpulan hari ini ; 

Jagalah hati
Lakukan selalu dalam hal kebaikan
Karena dengan amallah yang akan menemani kita diakhirat


Alhamdulillah....
Kegiatan pembelajaran hari ini BAB Aku Anak Sholeh, peserta didik kelas IV A secara keseluruhan sudah mampu memahami arti Salam, dan Senang menolong Orang Lain dengan baik. Terus tungkatkan pengetahuan wawasan kalian dan tingkatkan lebih prestasi kalian ke depan....

Wassalamu'alaikum...