Selasa, 10 Februari 2026

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM IV

 



Hari/Tanggal     :  Selasa / 10  Februari 2026
Materi               :  Beriman kepada Rasul-Rasul Allah
Sub Materi        :  Tujuan Diutusnya Rasul

πŸ“Œ Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik memahami tujuan diutusnya rasul-rasul Allah berdasarkan dalil Al-Qur’an, mampu menganalisis hikmah diutusnya rasul bagi kehidupan manusia, serta menunjukkan sikap patuh dan taat kepada ajaran Allah dan rasul-Nya dalam kehidupan sehari-hari.


🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
1. Menjelaskan tujuan diutusnya rasul-rasul Allah dengan benar.
2. Menyebutkan dalil tentang diutusnya rasul dalam Al-Qur'an.
3. Menganalisis hikmah diutusnya rasul bagi kehidupan manusia.
4. Memberikan contoh perilaku meneladani ajaran rasul dalam kehidupan sehari-hari.
5. Menunjukkan sikap patuh dan taat terhadap ajaran Allah dan rasul-Nya.


πŸ“š Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
1. Peserta didik menjelaskan tujuan diutusnya rasul-rasul Allah dengan benar.
2. Peserta didik menyebutkan dalil Al-Qur’an tentang diutusnya rasul.
3. Peserta didik menganalisis hikmah diutusnya rasul bagi kehidupan manusia.
4. Peserta didik memberikan contoh perilaku meneladani ajaran rasul dalam kehidupan sehari-hari.
5. Peserta didik menunjukkan sikap patuh dan taat terhadap ajaran Allah dan rasul-Nya.


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

Anak-anak hebat kelas 4, coba bayangkan jika kita hidup tanpa aturan dan tanpa petunjuk. Apakah hidup kita akan terarah? Tentu tidak, bukan?

Begitu juga dengan kehidupan manusia di dunia. Karena kasih sayang-Nya, Allah SWT tidak membiarkan manusia berjalan tanpa pedoman. Allah mengutus para rasul untuk membimbing, mengingatkan, dan menunjukkan jalan yang benar.

Hari ini kita akan belajar tentang tujuan diutusnya rasul-rasul Allah. Dengan memahami tujuan tersebut, kita akan semakin yakin bahwa Allah sangat mencintai hamba-Nya dan ingin kita hidup bahagia di dunia dan akhirat.

Yuk, kita belajar dengan hati yang ikhlas, pikiran yang fokus, dan semangat yang luar biasa 🌟

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


πŸ“š MATERI AJAR

✨ Tujuan Diutusnya Rasul

Rasul adalah manusia pilihan Allah SWT yang menerima wahyu dan wajib menyampaikannya kepada umat manusia. Allah mengutus rasul bukan tanpa alasan, melainkan memiliki tujuan yang sangat mulia.

🌟 1. Menyampaikan Wahyu dari Allah
Tujuan utama diutusnya rasul adalah untuk menyampaikan wahyu sebagai pedoman hidup manusia. Wahyu tersebut menjadi petunjuk agar manusia tidak tersesat.

Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an Surah An-Nahl ayat 36 yang menjelaskan bahwa Allah mengutus rasul kepada setiap umat.

🌟 2. Mengajak Manusia Menyembah Allah (Tauhid)

Rasul diutus untuk mengajak manusia hanya menyembah Allah SWT dan menjauhi perbuatan syirik.
Contohnya, dakwah Muhammad yang mengajak kaum Quraisy meninggalkan penyembahan berhala.

🌟 3. Memberi Teladan Akhlak yang Mulia

Rasul menjadi contoh dalam kehidupan sehari-hari. Akhlak para rasul sangat mulia sehingga dapat dijadikan panutan.

Muhammad dikenal sebagai pribadi yang jujur, amanah, dan penyayang.

🌟 4. Memberikan Kabar Gembira dan Peringatan

Rasul memberikan kabar gembira (surga) bagi orang yang taat dan peringatan (azab) bagi yang ingkar. Hal ini agar manusia memiliki motivasi untuk berbuat baik.

🌟 5. Meluruskan Penyimpangan dan Kebatilan

Ketika manusia menyimpang dari ajaran yang benar, Allah mengutus rasul untuk meluruskan kembali jalan kehidupan mereka.

🌼 Hikmah Diutusnya Rasul
  • Manusia memiliki pedoman hidup yang jelas.
  • Kehidupan menjadi teratur dan penuh kebaikan.
  • Manusia dapat membedakan yang benar dan salah.
  • Terwujud masyarakat yang berakhlak mulia.
VIDEO PEMBELAJARAN




🌟MOTIVASI

Sebagai pelajar, kita dapat meneladani tujuan diutusnya rasul dengan cara:
  • Rajin beribadah kepada Allah
  • Berkata jujur dan bertanggung jawab
  • Mengajak teman kepada kebaikan
  • Menjauhi perbuatan yang dilarang agama

🏫 Kesimpulan Hasil Pembelajaran

Kelas 4 Ummu Kultsum (25 Siswa)

Dari 25 peserta didik, 22 siswa telah memahami tujuan diutusnya rasul dengan baik. Mereka mampu menjawab soal pemahaman dan analisis sederhana serta mengaitkannya dengan perilaku sehari-hari seperti kejujuran dan ketaatan.

Sementara itu, 3 siswa masih memerlukan pendampingan, khususnya dalam menyebutkan dalil dan menjelaskan hikmah diutusnya rasul secara lengkap.

Secara keseluruhan, pembelajaran berjalan efektif dan mencapai target dengan kategori baik.

Senin, 09 Februari 2026

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM IV

 


Hari/Tanggal     :  Senin / 9  Februari 2026
Materi               :  Beriman kepada Rasul-Rasul Allah
Sub Materi        :  Tujuan Diutusnya Rasul

πŸ“Œ Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik memahami tujuan diutusnya rasul-rasul Allah berdasarkan dalil Al-Qur’an, mampu menganalisis hikmah diutusnya rasul bagi kehidupan manusia, serta menunjukkan sikap patuh dan taat kepada ajaran Allah dan rasul-Nya dalam kehidupan sehari-hari.


🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
1. Menjelaskan tujuan diutusnya rasul-rasul Allah dengan benar.
2. Menyebutkan dalil tentang diutusnya rasul dalam Al-Qur'an.
3. Menganalisis hikmah diutusnya rasul bagi kehidupan manusia.
4. Memberikan contoh perilaku meneladani ajaran rasul dalam kehidupan sehari-hari.
5. Menunjukkan sikap patuh dan taat terhadap ajaran Allah dan rasul-Nya.


πŸ“š Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
1. Peserta didik menjelaskan tujuan diutusnya rasul-rasul Allah dengan benar.
2. Peserta didik menyebutkan dalil Al-Qur’an tentang diutusnya rasul.
3. Peserta didik menganalisis hikmah diutusnya rasul bagi kehidupan manusia.
4. Peserta didik memberikan contoh perilaku meneladani ajaran rasul dalam kehidupan sehari-hari.
5. Peserta didik menunjukkan sikap patuh dan taat terhadap ajaran Allah dan rasul-Nya.


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

Anak-anak hebat kelas 4, coba bayangkan jika kita hidup tanpa aturan dan tanpa petunjuk. Apakah hidup kita akan terarah? Tentu tidak, bukan?

Begitu juga dengan kehidupan manusia di dunia. Karena kasih sayang-Nya, Allah SWT tidak membiarkan manusia berjalan tanpa pedoman. Allah mengutus para rasul untuk membimbing, mengingatkan, dan menunjukkan jalan yang benar.

Hari ini kita akan belajar tentang tujuan diutusnya rasul-rasul Allah. Dengan memahami tujuan tersebut, kita akan semakin yakin bahwa Allah sangat mencintai hamba-Nya dan ingin kita hidup bahagia di dunia dan akhirat.

Yuk, kita belajar dengan hati yang ikhlas, pikiran yang fokus, dan semangat yang luar biasa 🌟

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


πŸ“š MATERI AJAR

Tujuan Diutusnya Rasul

Rasul adalah manusia pilihan Allah SWT yang menerima wahyu dan wajib menyampaikannya kepada umat manusia. Allah mengutus rasul bukan tanpa alasan, melainkan memiliki tujuan yang sangat mulia.

🌟 1. Menyampaikan Wahyu dari Allah
Tujuan utama diutusnya rasul adalah untuk menyampaikan wahyu sebagai pedoman hidup manusia. Wahyu tersebut menjadi petunjuk agar manusia tidak tersesat.

Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an Surah An-Nahl ayat 36 yang menjelaskan bahwa Allah mengutus rasul kepada setiap umat.

🌟 2. Mengajak Manusia Menyembah Allah (Tauhid)

Rasul diutus untuk mengajak manusia hanya menyembah Allah SWT dan menjauhi perbuatan syirik.
Contohnya, dakwah Muhammad yang mengajak kaum Quraisy meninggalkan penyembahan berhala.

🌟 3. Memberi Teladan Akhlak yang Mulia

Rasul menjadi contoh dalam kehidupan sehari-hari. Akhlak para rasul sangat mulia sehingga dapat dijadikan panutan.

Muhammad dikenal sebagai pribadi yang jujur, amanah, dan penyayang.

🌟 4. Memberikan Kabar Gembira dan Peringatan

Rasul memberikan kabar gembira (surga) bagi orang yang taat dan peringatan (azab) bagi yang ingkar. Hal ini agar manusia memiliki motivasi untuk berbuat baik.

🌟 5. Meluruskan Penyimpangan dan Kebatilan

Ketika manusia menyimpang dari ajaran yang benar, Allah mengutus rasul untuk meluruskan kembali jalan kehidupan mereka.

🌼 Hikmah Diutusnya Rasul
  • Manusia memiliki pedoman hidup yang jelas.
  • Kehidupan menjadi teratur dan penuh kebaikan.
  • Manusia dapat membedakan yang benar dan salah.
  • Terwujud masyarakat yang berakhlak mulia.
VIDEO PEMBELAJARAN




🌟MOTIVASI

Sebagai pelajar, kita dapat meneladani tujuan diutusnya rasul dengan cara:
  • Rajin beribadah kepada Allah
  • Berkata jujur dan bertanggung jawab
  • Mengajak teman kepada kebaikan
  • Menjauhi perbuatan yang dilarang agama

🏫 Kesimpulan Hasil Pembelajaran

Berdasarkan hasil evaluasi pembelajaran, dari 24 peserta didik terdapat 21 siswa yang sudah memahami tujuan diutusnya rasul dengan baik. Mereka mampu menjelaskan bahwa rasul diutus untuk menyampaikan wahyu, mengajak menyembah Allah, memberi kabar gembira dan peringatan, serta menjadi teladan dalam kehidupan.

Sedangkan 3 siswa masih belum memahami secara optimal, terutama dalam menjelaskan hikmah dan contoh penerapan dalam kehidupan sehari-hari.

Secara umum, capaian pembelajaran kelas 4 Fatimah berada pada kategori baik, dengan tindak lanjut berupa bimbingan dan penguatan materi bagi siswa yang belum tuntas.

Kamis, 05 Februari 2026

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM IV

 



Hari/Tanggal     :  Kamis / 5 Februari 2026
Materi               :  Beriman kepada Rasul-Rasul Allah
Sub Materi        :  Makna Iman kepada Rasul-Rasul Allah dan Sifat-Sifat Rasul


🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
1. Menjelaskan makna iman kepada rasul-rasul Allah dengan benar.
2. Menyebutkan dalil naqli tentang iman kepada rasul, seperti dalam Al-Qur'an dan hadits.
3. Mengidentifikasi sifat wajib, mustahil, dan jaiz bagi rasul.
4. Menganalisis pentingnya meneladani sifat rasul dalam kehidupan sehari-hari.
5. Menunjukkan sikap jujur, amanah, dan bertanggung jawab sebagai bentuk meneladani sifat rasul.

πŸ“š MATERI AJAR

A. Makna Iman kepada Rasul-Rasul Allah
Iman kepada rasul-rasul Allah adalah meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT telah mengutus rasul-rasul-Nya untuk menyampaikan wahyu kepada umat manusia sebagai pedoman hidup.
Beriman kepada rasul termasuk rukun iman yang keempat. Rasul adalah manusia pilihan Allah yang menerima wahyu dan wajib menyampaikannya kepada umatnya.
Salah satu dalil tentang iman kepada rasul terdapat dalam Al-Qur'an Surah An-Nisa ayat 136 yang memerintahkan orang-orang beriman untuk beriman kepada Allah dan rasul-Nya.

Hikmah Beriman kepada Rasul:

1. Mengetahui bahwa Allah Maha Penyayang karena memberikan petunjuk kepada manusia.
2. Menjadikan rasul sebagai teladan hidup.
3. Meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah.

B. Sifat-Sifat Rasul
Rasul memiliki sifat-sifat yang membedakan mereka dari manusia biasa. 
Sifat rasul terbagi menjadi tiga:

Sifat Wajib Rasul (yang pasti dimiliki rasul)

1. Shiddiq (Ψ΅ِΨ―ْΩ‚ٌ) → selalu benar dan jujur
2. Amanah (Ψ£َΩ…َΨ§Ω†َΨ©ٌ) → dapat dipercaya
3. Tabligh (ΨͺَΨ¨ْΩ„ِيغٌ) → menyampaikan wahyu
4. Fathanah (فَΨ·َΨ§Ω†َΨ©ٌ) → cerdas
Contoh: Muhammad dikenal sebagai Al-Amin karena kejujurannya.

Sifat Mustahil Rasul (yang tidak mungkin dimiliki rasul)
1. Kidzib → berdusta
2. Khianat → berkhianat
3. Kitman → menyembunyikan wahyu
4. Baladah → bodoh

Sifat Jaiz Rasul

Sifat jaiz adalah sifat kemanusiaan yang boleh dimiliki rasul, seperti makan, minum, tidur, sakit, dan lain-lain.
Contohnya, Muhammad juga pernah sakit dan merasa sedih, karena beliau adalah manusia, bukan malaikat.

VIDEO PEMBELAJARAN



🌟 Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari

Sebagai pelajar, kita bisa meneladani sifat rasul dengan cara:
Berkata jujur kepada guru dan orang tua (meneladani shiddiq)
Menjaga amanah ketika diberi tugas (meneladani amanah)
Menyampaikan pesan dengan benar (meneladani tabligh)
Rajin belajar agar cerdas (meneladani fathanah)

🏫 Kelas 4 Zainab (25 Siswa)

Pada kelas 4 Zainab, pembelajaran berlangsung dengan kondusif dan interaktif. Peserta didik mampu menjelaskan makna iman kepada rasul sebagai keyakinan bahwa Allah SWT mengutus rasul untuk menyampaikan wahyu kepada umat manusia.

Sebagian besar siswa dapat menyebutkan sifat wajib rasul dan menjelaskan maknanya dengan bahasa sederhana. Dalam kegiatan refleksi, siswa mampu mengaitkan sifat rasul dengan perilaku sehari-hari seperti berkata jujur, bertanggung jawab, dan rajin belajar.

Secara umum, tujuan pembelajaran telah tercapai dengan kategori baik, dan siswa menunjukkan peningkatan pemahaman serta sikap religius yang positif.


Selasa, 03 Februari 2026

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM IV







Hari/Tanggal     :  Selasa / 3 Februari 2026
Materi               :  Beriman kepada Rasul-Rasul Allah
Sub Materi        :  Makna Iman kepada Rasul-Rasul Allah dan Sifat-Sifat Rasul

πŸ“Œ Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik memahami makna iman kepada rasul-rasul Allah berdasarkan dalil naqli dalam Al-Qur’an dan hadits, mampu mengidentifikasi sifat wajib, mustahil, dan jaiz bagi rasul, serta meneladani sifat-sifat rasul seperti jujur, amanah, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud penguatan akhlak mulia.


🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
1. Menjelaskan makna iman kepada rasul-rasul Allah dengan benar.
2. Menyebutkan dalil naqli tentang iman kepada rasul, seperti dalam Al-Qur'an dan hadits.
3. Mengidentifikasi sifat wajib, mustahil, dan jaiz bagi rasul.
4. Menganalisis pentingnya meneladani sifat rasul dalam kehidupan sehari-hari.
5. Menunjukkan sikap jujur, amanah, dan bertanggung jawab sebagai bentuk meneladani sifat rasul.

πŸ“š Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

1. Peserta didik menjelaskan makna iman kepada rasul-rasul Allah dengan benar.
2. Peserta didik menyebutkan dalil naqli tentang iman kepada rasul dari Al-Qur’an dan hadits.
3. Peserta didik mengidentifikasi dan membedakan sifat wajib, mustahil, dan jaiz bagi rasul.
4. Peserta didik menganalisis pentingnya meneladani sifat rasul dalam kehidupan sehari-hari.
5. Peserta didik menunjukkan perilaku jujur, amanah, dan bertanggung jawab sebagai bentuk pengamalan iman kepada rasul.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Anak-anak shalih dan shalihah, bagaimana kabarnya hari ini? Semoga kita semua selalu sehat dan dalam lindungan Allah SWT.

Hari ini kita akan belajar tentang salah satu rukun iman, yaitu beriman kepada rasul-rasul Allah. Tahukah kalian, mengapa Allah mengutus rasul kepada manusia? Apa saja sifat-sifat yang harus dimiliki seorang rasul?

Yuk, kita pelajari bersama agar keimanan kita semakin kuat dan kita bisa meneladani akhlak mulia para rasul dalam kehidupan sehari-hari.


πŸ“š MATERI AJAR

A. Makna Iman kepada Rasul-Rasul Allah

Iman kepada rasul-rasul Allah adalah meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT telah mengutus rasul-rasul-Nya untuk menyampaikan wahyu kepada umat manusia sebagai pedoman hidup.
Beriman kepada rasul termasuk rukun iman yang keempat. Rasul adalah manusia pilihan Allah yang menerima wahyu dan wajib menyampaikannya kepada umatnya.
Salah satu dalil tentang iman kepada rasul terdapat dalam Al-Qur'an Surah An-Nisa ayat 136 yang memerintahkan orang-orang beriman untuk beriman kepada Allah dan rasul-Nya.

Hikmah Beriman kepada Rasul:
1. Mengetahui bahwa Allah Maha Penyayang karena memberikan petunjuk kepada manusia.
2. Menjadikan rasul sebagai teladan hidup.
3. Meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah.

B. Sifat-Sifat Rasul

Rasul memiliki sifat-sifat yang membedakan mereka dari manusia biasa. 
Sifat rasul terbagi menjadi tiga:

Sifat Wajib Rasul (yang pasti dimiliki rasul)
1. Shiddiq (Ψ΅ِΨ―ْΩ‚ٌ) → selalu benar dan jujur
2. Amanah (Ψ£َΩ…َΨ§Ω†َΨ©ٌ) → dapat dipercaya
3. Tabligh (ΨͺَΨ¨ْΩ„ِيغٌ) → menyampaikan wahyu
4. Fathanah (فَΨ·َΨ§Ω†َΨ©ٌ) → cerdas
Contoh: Muhammad dikenal sebagai Al-Amin karena kejujurannya.

Sifat Mustahil Rasul (yang tidak mungkin dimiliki rasul)
1. Kidzib → berdusta
2. Khianat → berkhianat
3. Kitman → menyembunyikan wahyu
4. Baladah → bodoh

Sifat Jaiz Rasul
Sifat jaiz adalah sifat kemanusiaan yang boleh dimiliki rasul, seperti makan, minum, tidur, sakit, dan lain-lain.
Contohnya, Muhammad juga pernah sakit dan merasa sedih, karena beliau adalah manusia, bukan malaikat.


VIDEO PEMBELAJARAN




🌟 RANGKUMAN
Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari
Sebagai pelajar, kita bisa meneladani sifat rasul dengan cara:
Berkata jujur kepada guru dan orang tua (meneladani shiddiq)
Menjaga amanah ketika diberi tugas (meneladani amanah)
Menyampaikan pesan dengan benar (meneladani tabligh)
Rajin belajar agar cerdas (meneladani fathanah)

🏫KESIMPULAN HASIL PEMBELAJARAN 

Hasil pembelajaran menunjukkan bahwa mayoritas peserta didik kelas 4 Ummu Kultsum telah memahami makna iman kepada rasul serta pentingnya meneladani sifat-sifat rasul dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagian besar siswa mampu mengidentifikasi sifat wajib, mustahil, dan jaiz bagi rasul dengan benar. Dalam evaluasi tertulis, siswa dapat menjawab soal pemahaman dan analisis sederhana dengan hasil yang memuaskan.
Partisipasi aktif terlihat saat siswa diminta memberikan contoh sikap jujur dan amanah sebagai bentuk meneladani sifat rasul. Secara keseluruhan, capaian pembelajaran berada pada kategori baik dan sesuai target.




Senin, 02 Februari 2026

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM IV

Hari/Tanggal     :  Senin/ 2 Februari 2026
Materi               :  Beriman kepada Rasul-Rasul Allah
Sub Materi        :  Makna Iman kepada Rasul-Rasul Allah dan Sifat-Sifat Rasul



🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
1. Menjelaskan makna iman kepada rasul-rasul Allah dengan benar.
2. Menyebutkan dalil naqli tentang iman kepada rasul, seperti dalam Al-Qur'an dan hadits.
3. Mengidentifikasi sifat wajib, mustahil, dan jaiz bagi rasul.
4. Menganalisis pentingnya meneladani sifat rasul dalam kehidupan sehari-hari.
5. Menunjukkan sikap jujur, amanah, dan bertanggung jawab sebagai bentuk meneladani sifat rasul.

πŸ“š MATERI AJAR

A. Makna Iman kepada Rasul-Rasul Allah

Iman kepada rasul-rasul Allah adalah meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT telah mengutus rasul-rasul-Nya untuk menyampaikan wahyu kepada umat manusia sebagai pedoman hidup.
Beriman kepada rasul termasuk rukun iman yang keempat. Rasul adalah manusia pilihan Allah yang menerima wahyu dan wajib menyampaikannya kepada umatnya.
Salah satu dalil tentang iman kepada rasul terdapat dalam Al-Qur'an Surah An-Nisa ayat 136 yang memerintahkan orang-orang beriman untuk beriman kepada Allah dan rasul-Nya.

Hikmah Beriman kepada Rasul:
1. Mengetahui bahwa Allah Maha Penyayang karena memberikan petunjuk kepada manusia.
2. Menjadikan rasul sebagai teladan hidup.
3. Meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah.

B. Sifat-Sifat Rasul

Rasul memiliki sifat-sifat yang membedakan mereka dari manusia biasa. 
Sifat rasul terbagi menjadi tiga:

Sifat Wajib Rasul (yang pasti dimiliki rasul)
1. Shiddiq (Ψ΅ِΨ―ْΩ‚ٌ) → selalu benar dan jujur
2. Amanah (Ψ£َΩ…َΨ§Ω†َΨ©ٌ) → dapat dipercaya
3. Tabligh (ΨͺَΨ¨ْΩ„ِيغٌ) → menyampaikan wahyu
4. Fathanah (فَΨ·َΨ§Ω†َΨ©ٌ) → cerdas
Contoh: Muhammad dikenal sebagai Al-Amin karena kejujurannya.

Sifat Mustahil Rasul (yang tidak mungkin dimiliki rasul)
1. Kidzib → berdusta
2. Khianat → berkhianat
3. Kitman → menyembunyikan wahyu
4. Baladah → bodoh

Sifat Jaiz Rasul
Sifat jaiz adalah sifat kemanusiaan yang boleh dimiliki rasul, seperti makan, minum, tidur, sakit, dan lain-lain.
Contohnya, Muhammad juga pernah sakit dan merasa sedih, karena beliau adalah manusia, bukan malaikat.


VIDEO PEMBELAJARAN



🌟 Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari
Sebagai pelajar, kita bisa meneladani sifat rasul dengan cara:
Berkata jujur kepada guru dan orang tua (meneladani shiddiq)
Menjaga amanah ketika diberi tugas (meneladani amanah)
Menyampaikan pesan dengan benar (meneladani tabligh)
Rajin belajar agar cerdas (meneladani fathanah)


🏫 Kelas 4 Fatimah (24 Siswa)

Berdasarkan hasil pembelajaran pada materi Makna Iman kepada Rasul-Rasul Allah dan Sifat Rasul, sebagian besar peserta didik kelas 4 Fatimah telah memahami bahwa iman kepada rasul merupakan rukun iman keempat dan mampu menjelaskan pengertian iman kepada rasul dengan baik.

Peserta didik juga dapat menyebutkan empat sifat wajib rasul (shiddiq, amanah, tabligh, fathanah) serta membedakan sifat wajib dan mustahil rasul. Dalam kegiatan diskusi dan tanya jawab, siswa menunjukkan antusiasme yang baik serta mampu memberikan contoh penerapan sifat rasul dalam kehidupan sehari-hari.

Secara umum, pembelajaran berjalan efektif dan tujuan pembelajaran tercapai dengan kategori baik.

Kamis, 29 Januari 2026

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM IV

 




Hari/Tanggal     :  Kamis / 29 Januari 2026
Materi               :  Mari Mengaji dan Mengkaji QS. At-Tin dan Hadits tentang Silaturahim
Sub Materi        :  Hadits tentang Silaturahim


🎯 Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
1. Membaca hadits tentang silaturahim dengan lancar.
2. Menulis hadits tentang silaturahim dengan benar dan rapi.
3. Menjelaskan makna sederhana dari hadits tentang silaturahim.
4. Menunjukkan sikap gemar menjalin silaturahim dalam kehidupan sehari-hari

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

Anak-anak shalih dan shalihah kelas 4 yang Umi banggakan, bagaimana kabarnya hari ini? Semoga semuanya sehat, bahagia, dan siap belajar ya.

Hari ini kita akan belajar membaca dan menulis hadits Rasulullah ο·Ί tentang silaturahim. Siapa yang tahu apa itu silaturahim? Betul sekali, silaturahim adalah menyambung tali persaudaraan, seperti mengunjungi keluarga, menyapa teman, dan saling memaafkan.

Yuk, kita belajar dengan sungguh-sungguh agar bisa membaca hadits dengan lancar dan menuliskannya dengan rapi ✨


MATERI AJAR


Menulis Hadits

Langkah-langkah:
1. Menyalin hadits dengan melihat contoh.
2. Memperhatikan bentuk huruf hijaiyah.
3. Menulis dengan harakat lengkap.
4. Tidak ada coretan dan tulisan rapi.


Latihan:

Tuliskan kembali hadits di buku tulismu dengan rapi dan lengkap harakatnya.


Makna dan Pesan Hadits
Isi kandungan hadits:

  • Silaturahim dapat melapangkan rezeki.
  • Silaturahim membuat hidup lebih berkah.
  • Allah menyukai hamba yang menjaga hubungan keluarga.
  • Kita harus hormat kepada orang tua, menyayangi saudara, dan menjaga persahabatan.
🌟 Contoh Penerapan dalam Kehidupan
  • Mengunjungi kakek dan nenek.
  • Menelepon keluarga yang jauh.
  • Tidak bertengkar dengan saudara.
  • Saling memaafkan teman.


Kesimpulan Hasil Pembelajaran :

Pembelajaran di kelas IV Zainab juga berjalan dengan baik. Dari 24 peserta didik, 21 siswa telah memahami materi dengan baik, baik dalam membaca, menulis, maupun menjelaskan isi hadits serta menerapkan sikap silaturahim dalam kehidupan sehari-hari.

Adapun 3 siswa masih belum optimal dalam pemahaman dan keterampilan membaca, sehingga perlu penguatan melalui murojaah dan latihan menulis tambahan. Secara umum, capaian kelas ini baik dan menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Selasa, 27 Januari 2026

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM IV

 



Hari/Tanggal     :  Selasa / 27 Januari 2026
Materi               :  Mari Mengaji dan Mengkaji QS. At-Tin dan Hadits tentang Silaturahim
Sub Materi        :  Hadits tentang Silaturahim

🎯 Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
1. Membaca hadits tentang silaturahim dengan lancar.
2. Menulis hadits tentang silaturahim dengan benar dan rapi.
3. Menjelaskan makna sederhana dari hadits tentang silaturahim.
4. Menunjukkan sikap gemar menjalin silaturahim dalam kehidupan sehari-hari

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸
Anak-anak shalih dan shalihah kelas 4 yang Umi banggakan, bagaimana kabarnya hari ini? Semoga semuanya sehat, bahagia, dan siap belajar ya.
Hari ini kita akan belajar membaca dan menulis hadits Rasulullah ο·Ί tentang silaturahim. Siapa yang tahu apa itu silaturahim? Betul sekali, silaturahim adalah menyambung tali persaudaraan, seperti mengunjungi keluarga, menyapa teman, dan saling memaafkan.
Yuk, kita belajar dengan sungguh-sungguh agar bisa membaca hadits dengan lancar dan menuliskannya dengan rapi ✨



MATERI AJAR






Menulis Hadits
Langkah-langkah:

1. Menyalin hadits dengan melihat contoh.
2. Memperhatikan bentuk huruf hijaiyah.
3. Menulis dengan harakat lengkap.
4. Tidak ada coretan dan tulisan rapi.

Latihan:
Tuliskan kembali hadits di buku tulismu dengan rapi dan lengkap harakatnya.

Makna dan Pesan Hadits
Isi kandungan hadits:

  • Silaturahim dapat melapangkan rezeki.
  • Silaturahim membuat hidup lebih berkah.
  • Allah menyukai hamba yang menjaga hubungan keluarga.
  • Kita harus hormat kepada orang tua, menyayangi saudara, dan menjaga persahabatan.

🌟 Contoh Penerapan dalam Kehidupan
  • Mengunjungi kakek dan nenek.
  • Menelepon keluarga yang jauh.
  • Tidak bertengkar dengan saudara.
  • Saling memaafkan teman.

Kesimpulan Hasil Pembelajaran :
Pada kelas IV Ummu Kultsum, proses pembelajaran berjalan efektif dan peserta didik menunjukkan antusiasme yang baik. Dari 24 peserta didik, 22 siswa sudah memahami materi dengan baik, mampu membaca hadits dengan lancar, menulis dengan benar, serta menjelaskan maknanya secara sederhana.
Sementara itu, 2 siswa masih memerlukan pendampingan, khususnya dalam aspek kelancaran membaca dan ketepatan penulisan harakat. Secara keseluruhan, hasil pembelajaran menunjukkan perkembangan yang positif.