Rabu, 19 Agustus 2026

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM V

 



Guru Pengampu :
Rahmawati Handayani, M.Pd.I
Hari/Tanggal: Kamis/ 20 Agustus 2026
Fase/Kelas: C / V
Mata Pelajaran: Pendidikan Agama Islam
Materi: Asmaul Husna (Al-Muhyi dan Al-Mumit)


๐ŸŒธ ุจِุณْู…ِ ุงู„ู„ّٰู‡ِ ุงู„ุฑَّุญْู…ٰู†ِ ุงู„ุฑَّุญِูŠْู…ِ ๐ŸŒธ

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh ๐ŸŒท

๐Ÿ’š SAPAAN UNTUK ANAK-ANAK HEBAT

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

๐ŸŒป Anak-anak hebat kelas 5, apa kabarnya hari ini?

Semoga semuanya dalam keadaan sehat, bahagia, semangat belajar, dan selalu berada dalam lindungan Allah Swt. ๐Ÿคฒ✨

Sebelum belajar, mari kita awali dengan berdoa agar pembelajaran hari ini diberikan kemudahan, kelancaran, dan keberkahan.

๐ŸŒฑ Pernahkah kalian memperhatikan tumbuhan yang awalnya kering kemudian tumbuh kembali setelah mendapatkan air?

๐ŸŒท Pernahkah kalian memikirkan bahwa kehidupan manusia dimulai dari kelahiran dan suatu saat akan berakhir dengan kematian?

Allah Swt. mengajarkan kepada kita bahwa hidup dan mati merupakan ketetapan dan kekuasaan-Nya.

Hari ini kita akan mengenal dua Asmaul Husna yang sangat berkaitan dengan kehidupan, yaitu:

๐ŸŒฑ AL-MUHYI

ุงู„ْู…ُุญْูŠِูŠ

Allah Yang Maha Menghidupkan

๐ŸŒ™ AL-MUMIT

ุงู„ْู…ُู…ِูŠุชُ

Allah Yang Maha Mematikan

๐Ÿ“– AYAT AL-QUR'AN

Allah Swt. berfirman dalam QS. Al-Mu’minun ayat 80:

๐ŸŒฟ ูˆَู‡ُูˆَ ุงู„َّุฐِูŠْ ูŠُุญْูŠٖ ูˆَูŠُู…ِูŠْุชُ ูˆَู„َู‡ُ ุงุฎْุชِู„َุงูُ ุงู„َّูŠْู„ِ ูˆَุงู„ู†َّู‡َุงุฑِ ۗ ุงَูَู„َุง ุชَุนْู‚ِู„ُูˆْู†َ

Artinya:

"Dan Dialah yang menghidupkan dan mematikan, dan Dialah yang mengatur pergantian malam dan siang. Tidakkah kamu mengerti?"

๐Ÿ’ก Pesan ayat:
Allah Swt. adalah Zat Yang Maha Menghidupkan dan Maha Mematikan. Oleh karena itu, kita harus bersyukur atas kehidupan yang diberikan Allah dan menggunakan kehidupan untuk melakukan kebaikan.


๐ŸŽฏ CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Peserta didik memahami dan meyakini kebesaran Allah Swt. melalui pemahaman terhadap Asmaul Husna, serta mampu menerapkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari dengan menunjukkan sikap beriman, bersyukur, bertanggung jawab, dan menghargai kehidupan.


๐ŸŒŸ TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

๐Ÿ”น 1. Menjelaskan pengertian Asmaul Husna Al-Muhyi dan Al-Mumit dengan benar.

๐Ÿ”น 2. Menyebutkan arti Al-Muhyi dan Al-Mumit.

๐Ÿ”น 3. Menjelaskan bahwa Allah Swt. adalah Zat yang memberikan kehidupan dan menentukan kematian makhluk-Nya.

๐Ÿ”น 4. Menemukan contoh tanda-tanda kekuasaan Allah Swt. dalam kehidupan yang berkaitan dengan Al-Muhyi dan Al-Mumit.

๐Ÿ”น 5. Menunjukkan perilaku bersyukur, menjaga kehidupan, menyayangi makhluk Allah, dan menggunakan waktu dengan baik.

๐Ÿ”น 6. Melalui kegiatan Ma-Mi-Joy (Mari Memahami, Mari Mencoba, dan Mari Berbagi/Joy), peserta didik mampu memahami makna Asmaul Husna, menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari, serta menyampaikan hasil pemahamannya dengan percaya diri.


๐Ÿงญ ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

Pembelajaran hari ini akan dilakukan melalui tahapan:

๐ŸŒฑ 1. Mengamati
Mengamati gambar/video tentang kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan.

๐Ÿ’ญ 2. Menanya
Menjawab pertanyaan tentang siapa yang memberikan kehidupan kepada seluruh makhluk.

๐Ÿ“– 3. Memahami
Memahami pengertian dan makna Al-Muhyi dan Al-Mumit.

๐Ÿ“œ 4. Mengkaji
Mengkaji QS. Al-Mu’minun ayat 80 sebagai penguatan materi.

๐Ÿ“ 5. Mencoba
Mengidentifikasi contoh perilaku yang mencerminkan iman kepada Al-Muhyi dan Al-Mumit.

๐Ÿ‘ฅ 6. Berdiskusi
Mengerjakan latihan/post test sederhana.

๐Ÿ—ฃ️ 7. Berbagi
Menyampaikan hasil pemahaman melalui jawaban, cerita singkat, atau presentasi.

๐Ÿ’š 8. Merefleksi
Menyimpulkan pembelajaran dan memahami bagaimana seharusnya kita menghargai kehidupan sebagai pemberian Allah Swt.


๐Ÿ”Ž MODEL & METODE PEMBELAJARAN

๐ŸŒŸ Model Pembelajaran

Discovery Learning dan pembelajaran aktif berbasis pengalaman.

๐ŸŒธ Metode

Tanya jawab • Diskusi • Pengamatan • Penjelasan • Penugasan • Presentasi • Refleksi


๐Ÿ“š MATERI PEMBELAJARAN

๐ŸŒฑ A. MENGENAL AL-MUHYI

๐ŸŒฟ ุงู„ْู…ُุญْูŠِูŠ — AL-MUHYI

Al-Muhyi artinya Allah Yang Maha Menghidupkan.

Allah Swt. adalah satu-satunya Zat yang memberikan kehidupan kepada seluruh makhluk.

Manusia, hewan, tumbuhan, dan seluruh makhluk hidup dapat hidup karena kehendak dan kekuasaan Allah Swt.

๐ŸŒผ Contoh kekuasaan Allah sebagai Al-Muhyi:

๐ŸŒฑ Allah menghidupkan manusia sejak berada dalam kandungan.

๐ŸŒฟ Allah menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dari tanah.

๐Ÿฆ Allah memberikan kehidupan kepada hewan.

๐ŸŒง️ Allah menghidupkan kembali bumi dengan turunnya hujan.

๐ŸŒ™ B. MENGENAL AL-MUMIT

๐ŸŒ™ ุงู„ْู…ُู…ِูŠุชُ — AL-MUMIT

Al-Mumit artinya Allah Yang Maha Mematikan.

Allah Swt. memiliki kekuasaan untuk menentukan kehidupan dan kematian setiap makhluk.

Kematian merupakan ketetapan Allah Swt. yang pasti dialami oleh setiap makhluk hidup.

๐Ÿ’ก Pelajaran yang dapat kita ambil:

✨ Tidak boleh sombong.

✨ Selalu mengingat Allah Swt.

✨ Memanfaatkan kehidupan untuk berbuat baik.

✨ Menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya.

✨ Memperbanyak amal saleh.

๐Ÿ’š C. PERILAKU YANG MENCERMINKAN AL-MUHYI & AL-MUMIT

Sebagai seorang muslim, kita dapat menunjukkan keimanan kepada Al-Muhyi dan Al-Mumit dengan:

๐ŸŒท Bersyukur karena Allah memberikan kehidupan.

๐Ÿงผ Menjaga kesehatan dan kebersihan diri.

๐Ÿฑ Menyayangi manusia, hewan, dan tumbuhan.

๐ŸŒฑ Menjaga lingkungan dan tidak merusak makhluk hidup.

๐Ÿ“– Menggunakan waktu untuk belajar dan beribadah.

๐Ÿค Tidak sombong karena kehidupan adalah pemberian Allah.

๐Ÿคฒ Mengingat bahwa setiap makhluk pasti akan kembali kepada Allah Swt.

Memperbanyak amal saleh selama masih diberi kesempatan hidup.


๐ŸŽฌ D. VIDEO PEMBELAJARAN

๐ŸŽฅ Yuk, simak video pembelajaran tentang Asmaul Husna Al-Muhyi dan Al-Mumit!



Perhatikan dengan baik bagaimana video tersebut menunjukkan kekuasaan Allah Swt. dalam memberikan kehidupan kepada makhluk-Nya.

๐Ÿ’ญ Setelah menyimak video, coba jawab:

1. Apa arti Al-Muhyi?

2. Apa arti Al-Mumit?

3. Siapakah yang memberikan kehidupan kepada manusia?

4. Mengapa kita harus bersyukur atas kehidupan yang diberikan Allah?

5. Sebutkan dua perilaku yang mencerminkan iman kepada Al-Muhyi dan Al-Mumit!


๐Ÿ“ E. LATIHAN / POST TEST

๐ŸŒŸ YUK, UJI PEMAHAMANMU!

Jawablah pertanyaan berikut dengan tepat dan menggunakan kalimat yang jelas.

1. Apa arti Asmaul Husna Al-Muhyi?

2. Apa arti Asmaul Husna Al-Mumit?

3. Mengapa manusia harus bersyukur kepada Allah Swt. atas kehidupan yang diberikan-Nya?

4. Sebutkan dua contoh kekuasaan Allah sebagai Al-Muhyi!

5. Bagaimana sikap kita ketika menyadari bahwa setiap makhluk pasti akan mengalami kematian?

๐ŸŒˆ TANTANGAN

๐ŸŒฑ MARI MEMAHAMI

Tuliskan dengan bahasamu sendiri:

Apa perbedaan Al-Muhyi dan Al-Mumit?

✋ MARI MENCOBA

Temukan 3 contoh peristiwa dalam kehidupan sehari-hari yang menunjukkan kekuasaan Allah sebagai Al-Muhyi.

๐Ÿ—ฃ️ MARI BERBAGI 

Ceritakan kepada temanmu:

“Apa yang akan saya lakukan untuk mensyukuri kehidupan yang Allah berikan kepada saya?”


๐Ÿ’– PESAN HARI INI

๐ŸŒฑ HIDUP ADALAH ANUGERAH ALLAH

๐ŸŒ™ KEMATIAN ADALAH KETETAPAN ALLAH

Selagi Allah memberikan kita kesempatan hidup, mari kita gunakan untuk belajar, beribadah, berbuat baik, menyayangi sesama, dan menjadi anak yang bermanfaat. ๐Ÿคฒ๐Ÿ’š

๐ŸŒธ “Bersyukur atas kehidupan, berbuat baik setiap hari.” ๐ŸŒธ

๐ŸŒท SELAMAT BELAJAR ANAK-ANAK HEBAT! ๐ŸŒท

Semoga pembelajaran hari ini membuat kita semakin mengenal kebesaran Allah Swt., semakin bersyukur, dan semakin semangat melakukan kebaikan.

๐Ÿคฒ ุจِุณْู…ِ ุงู„ู„ّٰู‡ِ... BELAJAR DENGAN SEMANGAT!

๐Ÿ’š BELAJAR • BERIMAN • BERAMAL • BERBAGI ๐Ÿ’š



Selasa, 18 Agustus 2026

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM V

 




๐ŸŒฟ PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM


Guru Pengampu: Rahmawati Handayani, M.Pd.I
Hari/Tanggal: Rabu, 19 Agustus 2026
Fase/Kelas: C / V
Mata Pelajaran: Pendidikan Agama Islam
Materi: Niat Berwudhu dan Do'a Sesudah Berwudhu

๐ŸŒธ Sapaan Pembelajaran

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Apa kabar anak-anak hebat kelas 5? ๐Ÿ˜Š
Alhamdulillah, hari ini kita akan belajar dan praktik wudhu. Sebelum melaksanakan salat, kita harus bersuci terlebih dahulu. Wudhu bukan hanya membasuh anggota tubuh, tetapi juga mengajarkan kita untuk hidup bersih, tertib, disiplin, dan taat kepada Allah Swt.

Anak-anak, sudah siap belajar dan praktik bersama?
Mari kita awali pembelajaran dengan membaca basmalah.

ุจِุณْู…ِ ุงู„ู„ู‡ِ ุงู„ุฑَّุญْู…ٰู†ِ ุงู„ุฑَّุญِูŠْู…ِ


๐ŸŽฏ Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran dan praktik, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian wudhu dengan benar.
  2. Menjelaskan pentingnya wudhu sebelum melaksanakan salat.
  3. Membaca niat berwudhu dengan benar.
  4. Mempraktikkan tata cara wudhu secara tertib dan benar.
  5. Membaca doa sesudah wudhu dengan lancar.
  6. Membiasakan perilaku hidup bersih sebagai bagian dari pengamalan ajaran Islam.

๐Ÿ“š MATERI PEMBELAJARAN

1. Pengertian Wudhu

Wudhu adalah bersuci dengan menggunakan air pada anggota tubuh tertentu sesuai dengan tata cara yang telah diajarkan dalam syariat Islam.

Wudhu dilakukan sebagai salah satu syarat untuk melaksanakan salat.

Allah Swt. berfirman dalam QS. Al-Mฤ’idah ayat 6 tentang perintah bersuci sebelum melaksanakan salat.


2. Niat Berwudhu

Niat merupakan kesengajaan dalam hati untuk melaksanakan wudhu karena Allah Swt.

๐Ÿ•Œ Bacaan Niat Wudhu

ู†َูˆَูŠْุชُ ุงู„ْูˆُุถُูˆْุกَ ู„ِุฑَูْุนِ ุงู„ْุญَุฏَุซِ ุงู„ْุฃَุตْุบَุฑِ ูَุฑْุถًุง ู„ِู„ّٰู‡ِ ุชَุนَุงู„َู‰

Latin:
Nawaitul-wudhลซ'a liraf'il-hadatsil-ashghari fardhan lillฤhi ta‘ฤlฤ.

Artinya:
"Aku berniat berwudhu untuk menghilangkan hadas kecil, fardu karena Allah Ta'ala."

๐Ÿ“Œ Catatan untuk peserta didik:
Niat wudhu dilakukan dengan ikhlas karena Allah Swt. dan tempat niat adalah di dalam hati.


๐Ÿ’ง 3. Tata Cara Praktik Wudhu

Mari kita praktikkan wudhu dengan tertib.

Langkah 1 – Membaca Basmalah

Sebelum berwudhu, membaca:

ุจِุณْู…ِ ุงู„ู„ู‡ِ ุงู„ุฑَّุญْู…ٰู†ِ ุงู„ุฑَّุญِูŠْู…ِ

Bismillฤhir-raแธฅmฤnir-raแธฅฤซm.

Langkah 2 – Membaca Niat

Membaca niat wudhu dengan penuh kesadaran dan ikhlas karena Allah Swt.

Langkah 3 – Mencuci Kedua Telapak Tangan

Mencuci kedua telapak tangan sampai bersih.

Langkah 4 – Berkumur-kumur

Memasukkan air ke dalam mulut, kemudian berkumur-kumur.

Langkah 5 – Membersihkan Hidung

Memasukkan air ke hidung secukupnya kemudian mengeluarkannya.

Langkah 6 – Membasuh Wajah

Membasuh seluruh wajah dengan air.

Langkah 7 – Membasuh Kedua Tangan

Membasuh tangan kanan dan kiri sampai siku.

Langkah 8 – Mengusap Kepala

Mengusap sebagian kepala dengan air.

Langkah 9 – Membersihkan Telinga

Membersihkan atau mengusap bagian telinga.

Langkah 10 – Membasuh Kedua Kaki

Membasuh kaki kanan dan kiri sampai mata kaki, termasuk sela-sela jari.

Langkah 11 – Tertib

Melakukan seluruh rangkaian wudhu secara berurutan dan tertib.


๐Ÿคฒ 4. Doa Sesudah Wudhu

Setelah selesai berwudhu, kita dianjurkan membaca doa berikut:

ุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†ْ ู„َุง ุฅِู„ٰู‡َ ุฅِู„َّุง ุงู„ู„ู‡ُ ูˆَุญْุฏَู‡ُ ู„َุง ุดَุฑِูŠْูƒَ ู„َู‡ُ، ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†َّ ู…ُุญَู…َّุฏًุง ุนَุจْุฏُู‡ُ ูˆَุฑَุณُูˆْู„ُู‡ُ.

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงุฌْุนَู„ْู†ِูŠ ู…ِู†َ ุงู„ุชَّูˆَّุงุจِูŠْู†َ، ูˆَุงุฌْุนَู„ْู†ِูŠ ู…ِู†َ ุงู„ْู…ُุชَุทَู‡ِّุฑِูŠْู†َ.

Latin:
Asyhadu allฤ ilฤha illallฤhu waแธฅdahลซ lฤ syarฤซka lah, wa asyhadu anna Muแธฅammadan ‘abduhลซ wa rasลซluh. Allฤhummaj‘alnฤซ minat-tawwฤbฤซna waj‘alnฤซ minal-mutathahhirฤซn.

Artinya:
"Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang menyucikan diri."


5. Sikap yang Harus Dibiasakan Saat Berwudhu

Anak-anak hebat, ketika berwudhu kita juga harus menunjukkan akhlak yang baik, seperti:

  • ๐Ÿ’ง Menggunakan air secukupnya dan tidak boros.
  • ๐Ÿงผ Menjaga kebersihan tempat wudhu.
  • ๐Ÿคฒ Berwudhu dengan tertib.
  • ๐Ÿ˜Š Tidak bercanda berlebihan saat berwudhu.
  • ๐ŸŒฑ Menjaga lingkungan tetap bersih.
  • ❤️ Melaksanakan wudhu dengan ikhlas karena Allah Swt.

๐ŸŽฏ PRAKTIK BERSAMA

Sekarang saatnya kita praktik!

Ikuti langkah berikut:

  1. Siapkan tempat dan air untuk berwudhu.
  2. Baca basmalah.
  3. Baca niat wudhu.
  4. Praktikkan tata cara wudhu secara berurutan.
  5. Gunakan air secukupnya.
  6. Setelah selesai, baca doa sesudah wudhu.
  7. Guru mengamati ketepatan gerakan, bacaan, urutan, dan sikap peserta didik.

๐Ÿ“ Tantangan Praktik

Bisakah kamu melakukan wudhu tanpa dibimbing guru?

Setelah praktik, coba jawab:

  1. Apa yang dibaca sebelum melakukan wudhu?
  2. Apa bacaan niat wudhu?
  3. Mengapa kita harus berwudhu sebelum salat?
  4. Apa yang dibaca setelah selesai berwudhu?
  5. Mengapa kita tidak boleh boros menggunakan air ketika berwudhu?

๐ŸŒท Kesimpulan

Wudhu merupakan cara bersuci yang dilakukan dengan menggunakan air pada anggota tubuh tertentu sesuai tuntunan Islam. Sebelum berwudhu, kita berniat karena Allah Swt. Setelah selesai berwudhu, kita membaca doa sebagai bentuk syukur dan memohon kepada Allah agar menjadi orang yang senantiasa bertobat serta menjaga kesucian diri.

Anak-anak, yuk kita biasakan hidup bersih, tertib, hemat air, dan selalu menjaga kesucian diri. Karena kebersihan dan kesucian merupakan bagian penting dalam kehidupan seorang muslim.

Alhamdulillah, pembelajaran hari ini selesai. Jangan lupa praktikkan wudhu dengan benar di rumah, ya! ๐ŸŒฟ

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


REFLEKSI (HASIL PEMBELAJARAN HARI INI)

Berdasarkan hasil pembelajaran praktik wudhu dari 23 peserta didik, secara umum pembelajaran berjalan dengan baik. Sebanyak 20 peserta didik (87%) sudah mampu memahami pengertian dan pentingnya wudhu sebelum salat, membaca niat wudhu, mempraktikkan tata cara wudhu secara tertib dan benar, serta membaca doa sesudah wudhu dengan lancar. Sementara itu, terdapat 3 peserta didik (13%) yang masih belum lancar, terutama dalam mengingat dan melafalkan bacaan niat serta doa sesudah wudhu.

๐Ÿ”„ Tindak Lanjut

Peserta didik yang belum lancar akan diberikan bimbingan dan latihan secara berulang, terutama pada bacaan niat dan doa sesudah wudhu. Guru akan memberikan contoh bacaan secara perlahan, kemudian peserta didik mengikuti secara bersama-sama dan individual. Praktik wudhu juga akan diulang agar peserta didik semakin terbiasa melakukan setiap langkah dengan tertib, benar, dan percaya diri.

 


Senin, 17 Agustus 2026

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM V

 



ASMAUL HUSNA: AL-QAWIYYU DAN AL-QAYYUM


Nama Guru: Rahmawati Handayani, M.Pd.I
Hari/Tanggal: Selasa / 18 Agustus 2026
Fase/Kelas: C / V
Mata Pelajaran: Pendidikan Agama Islam
Materi: Asmaul Husna (Al-Qawiyyu dan Al-Qayyum)
Pertemuan: 2


๐ŸŒธ Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Anak-anak hebat, sebelum memulai pembelajaran hari ini, mari kita sejenak memperhatikan berbagai hal yang ada di sekitar kita. Pernahkah kalian melihat matahari yang terus bersinar, tumbuhan yang tumbuh, air yang mengalir, atau tubuh kita yang dapat bergerak dan melakukan berbagai aktivitas?

Semua itu menunjukkan kebesaran dan kekuasaan Allah Swt. Tidak ada satu pun makhluk yang mampu menciptakan dan memelihara kehidupan dengan kekuatannya sendiri. Allah Swt. memiliki nama-nama yang indah yang disebut Asmaul Husna.

Pada pembelajaran sebelumnya, kita telah belajar bahwa Surah Al-Ma'un mengajarkan kita untuk peduli kepada sesama, suka menolong, dan tidak mengabaikan orang yang membutuhkan. Untuk melakukan kebaikan tersebut, kita membutuhkan kekuatan, keteguhan hati, dan kesadaran bahwa semua kemampuan yang kita miliki merupakan karunia dari Allah Swt.

Nah, hari ini kita akan mengenal lebih dekat dua Asmaul Husna, yaitu Al-Qawiyyu dan Al-Qayyum.

๐Ÿ’ก Mengapa Kita Perlu Mengenal Al-Qawiyyu dan Al-Qayyum?

Allah Swt. mampu menciptakan, mengatur, dan memelihara seluruh kehidupan karena Allah memiliki kekuatan yang sempurna. Allah adalah Al-Qawiyyu, Yang Maha Kuat, dan Al-Qayyum, Yang Maha Menegakkan dan Maha Memelihara.

Sebagai manusia, kita sebenarnya adalah makhluk yang lemah dan selalu membutuhkan pertolongan Allah. Karena itu, ketika menghadapi kesulitan, kita tidak boleh mudah menyerah. Kita harus berusaha dengan sungguh-sungguh, berdoa, dan bertawakal kepada Allah.

Begitu juga ketika mendapatkan kesehatan, keluarga, teman, kesempatan belajar, dan berbagai nikmat lainnya. Kita perlu menyadari bahwa semua itu merupakan bentuk pemeliharaan Allah. Karena itu, kita harus bersyukur, menjaga diri, menjaga lingkungan, menyayangi makhluk hidup, dan melaksanakan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya.

Dengan memahami Al-Qawiyyu dan Al-Qayyum, kita tidak hanya mengetahui arti sebuah nama Allah, tetapi juga belajar bagaimana menghadirkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.


๐ŸŽฏ TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan arti Al-Qawiyyu dan Al-Qayyum dengan benar.
  2. Menjelaskan makna Allah Swt. sebagai Yang Maha Kuat serta Maha Menegakkan dan Maha Memelihara.
  3. Menyebutkan contoh perilaku yang mencerminkan keimanan kepada Al-Qawiyyu dan Al-Qayyum.
  4. Menghubungkan makna Al-Qawiyyu dan Al-Qayyum dengan kehidupan sehari-hari.
  5. Menunjukkan sikap bersungguh-sungguh, tidak mudah menyerah, bersyukur, bertanggung jawab, dan bertawakal kepada Allah Swt.

๐ŸŒฑ Mindful – Kesadaran

Peserta didik menyadari bahwa Allah Swt. adalah Zat Yang Maha Kuat dan selalu memelihara seluruh makhluk-Nya. Kesadaran ini mendorong kita untuk selalu mengingat Allah dalam setiap keadaan.

๐Ÿ’ก Meaningful – Bermakna

Peserta didik mampu menghubungkan makna Al-Qawiyyu dan Al-Qayyum dengan pengalaman yang mereka alami, seperti ketika menghadapi kesulitan belajar, menjaga kesehatan, menyelesaikan tugas, membantu orang lain, dan menjaga lingkungan.

๐Ÿ˜Š Joyful – Menyenangkan

Pembelajaran dilakukan melalui tanya jawab, pengamatan gambar atau video, diskusi, kuis, latihan, dan refleksi sehingga peserta didik dapat belajar dengan aktif, nyaman, dan menyenangkan.


๐Ÿ“š ALUR PEMBELAJARAN

1. Pembukaan

  • Guru memberi salam dan mengajak peserta didik berdoa.
  • Guru mengecek kesiapan belajar peserta didik.
  • Guru mengajak peserta didik mengingat kembali materi sebelumnya.
  • Guru melakukan apersepsi dengan mengaitkan pembelajaran sebelumnya dengan materi Al-Qawiyyu dan Al-Qayyum.

2. Mengamati

Peserta didik mengamati gambar atau video tentang kebesaran Allah Swt. dan berbagai ciptaan-Nya.

Peserta didik kemudian menjawab pertanyaan sederhana:

"Apa yang kalian lihat? Siapa yang menciptakan dan memelihara semua itu?"

3. Memahami

Guru menjelaskan arti dan makna Al-Qawiyyu dan Al-Qayyum.

Peserta didik menyimak contoh perilaku yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

4. Berdiskusi

Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk menemukan contoh perilaku yang mencerminkan Al-Qawiyyu dan Al-Qayyum.

Hasil diskusi kemudian disampaikan secara sederhana di depan kelas.

5. Berlatih

Peserta didik mengerjakan tugas dan latihan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman terhadap materi.

Guru memberikan penguatan dan meluruskan pemahaman yang masih kurang tepat.

6. Refleksi

Peserta didik menjawab pertanyaan refleksi:

"Setelah belajar Al-Qawiyyu dan Al-Qayyum, sikap baik apa yang ingin saya biasakan mulai hari ini?"

7. Penutup

Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran.

Guru memberikan motivasi agar peserta didik selalu berusaha, tidak mudah menyerah, bersyukur, dan bertawakal kepada Allah Swt.

Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam.


๐ŸŒŸ MATERI PEMBELAJARAN

A. Al-Qawiyyu – Allah Yang Maha Kuat

Al-Qawiyyu berarti Allah Yang Maha Kuat.

Kekuatan Allah Swt. sempurna dan tidak terbatas. Allah tidak membutuhkan bantuan siapa pun, sedangkan seluruh makhluk membutuhkan pertolongan-Nya.

Allah Swt. menciptakan alam semesta beserta seluruh isinya dengan kekuasaan-Nya. Tidak ada sesuatu pun yang mampu menyamai kekuatan Allah.

Sebagai manusia, kita memang memiliki keterbatasan. Namun, kita dapat menggunakan kekuatan dan kemampuan yang Allah berikan untuk melakukan kebaikan.

Misalnya, ketika mengalami kesulitan dalam belajar, kita tidak langsung menyerah. Kita berusaha memahami materi, bertanya kepada guru, belajar kembali, berdoa, dan memohon pertolongan Allah.

๐ŸŒฑ Contoh perilaku yang mencerminkan Al-Qawiyyu:

  • Bersungguh-sungguh dalam belajar.
  • Tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.
  • Berani melakukan kebaikan.
  • Berani membela kebenaran dengan cara yang baik.
  • Menggunakan tenaga dan kemampuan untuk membantu orang lain.
  • Berdoa dan memohon pertolongan Allah ketika menghadapi kesulitan.

B. Al-Qayyum – Allah Yang Maha Menegakkan dan Maha Memelihara

Al-Qayyum berarti Allah Yang Maha Menegakkan dan Maha Memelihara.

Allah Swt. berdiri sendiri dan tidak membutuhkan bantuan siapa pun. Sebaliknya, seluruh makhluk membutuhkan Allah untuk dapat hidup dan menjalani kehidupannya.

Allah memelihara manusia, hewan, tumbuhan, dan seluruh alam semesta. Setiap hari kita mendapatkan banyak nikmat dari Allah, seperti kesehatan, makanan, udara, keluarga, teman, dan kesempatan untuk belajar.

Karena Allah selalu memelihara kita, sudah seharusnya kita bersyukur dan menjaga apa yang telah Allah titipkan.

Menjaga kesehatan, membuang sampah pada tempatnya, merawat tumbuhan, menyayangi hewan, melaksanakan tugas, dan membantu sesama merupakan bentuk rasa syukur atas pemeliharaan Allah.

๐ŸŒฑ Contoh perilaku yang mencerminkan Al-Qayyum:

  • Menjaga kesehatan dan kebersihan diri.
  • Menjaga kebersihan lingkungan.
  • Merawat tumbuhan dan menyayangi hewan.
  • Bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah.
  • Bertanggung jawab terhadap tugas.
  • Menjaga barang dan fasilitas yang telah diberikan.
  • Berusaha dengan sungguh-sungguh kemudian bertawakal kepada Allah.
VIDEO PEMBELAJARAN


๐ŸŒฟ TUGAS PEMBELAJARAN

Asmaul Husna: Al-Qawiyyu dan Al-Qayyum

Nama: ........................................................
Kelas: ........................................................
Tanggal: ......................................................

๐Ÿงฉ Tugas 1 – Cari Pasangannya!

Hubungkan pernyataan di sebelah kiri dengan jawaban yang paling tepat di sebelah kanan.

A. Pernyataan

  1. Allah Swt. memiliki kekuatan yang sempurna.
  2. Allah Swt. selalu menjaga dan mengatur seluruh makhluk-Nya.
  3. Tetap berusaha walaupun menghadapi kesulitan.
  4. Mengucapkan hamdalah ketika mendapatkan nikmat.
  5. Menyerahkan hasil usaha kepada Allah Swt.

B. Pilihan Jawaban

a. Bersyukur
b. Al-Qayyum
c. Tawakal
d. Al-Qawiyyu
e. Tidak mudah menyerah

Jawaban:

  1. ............
  2. ............
  3. ............
  4. ............
  5. ............

๐Ÿ” Tugas 2 – Detektif Sikap

Bacalah situasi berikut, kemudian tentukan sikap yang tepat dan Asmaul Husna yang berkaitan.

1. Raka belum berhasil menyelesaikan soal matematika. Ia tidak langsung menyerah, tetapi mencoba kembali dan bertanya kepada guru.

Sikap Raka: ........................................................
Berkaitan dengan: ....................................................

2. Siti mendapat makanan dari ibunya. Sebelum makan, ia mengucapkan doa dan bersyukur atas makanan tersebut.

Sikap Siti: .............................................................
Berkaitan dengan: ....................................................

3. Dimas dipercaya menjadi ketua kelompok. Ia melaksanakan tugasnya dengan sungguh-sungguh dan menyelesaikan tanggung jawabnya.

Sikap Dimas: ........................................................
Berkaitan dengan: ....................................................


๐Ÿง  Tugas 3 – Lengkapi Ceritanya!

Lengkapilah cerita berikut dengan kata yang tepat.

Kata pilihan:
Al-Qawiyyu – Al-Qayyum – berusaha – bersyukur – bertawakal

Ketika mendapat kesulitan, kita tidak boleh mudah menyerah. Kita harus terus .................... dan meminta pertolongan kepada Allah Swt. Hal ini mengingatkan kita kepada Asmaul Husna ...................., yang berarti Allah Swt. Yang Maha Kuat.

Allah Swt. juga selalu memelihara dan mengatur seluruh makhluk-Nya. Hal ini sesuai dengan makna .................... . Setelah berusaha dengan sungguh-sungguh, kita harus .................... kepada Allah Swt. dan tetap .................... atas segala ketentuan-Nya.


๐ŸŽฏ Tugas 4 – Pilih Sikap Terbaik

Berilah tanda pada sikap yang sesuai dengan pengamalan Al-Qawiyyu dan Al-Qayyum.


No.

Sikap

1

Menyerah ketika tugas terasa sulit.

2

Tetap berusaha meskipun mengalami kegagalan.

3

Mengeluh ketika mendapatkan nikmat.

4

Bersyukur atas apa yang diberikan Allah Swt.

5

Menyelesaikan tugas dengan penuh tanggung jawab.

6

Berdoa dan bertawakal setelah berusaha.

7

Menyalahkan orang lain ketika mengalami kesulitan.

8

Membantu teman yang sedang mengalami kesulitan.


Pilih satu jawaban yang kamu beri tanda ✓, kemudian jelaskan mengapa sikap tersebut baik dilakukan!

............................................................................................
............................................................................................


๐ŸŒฟ Kesimpulan Materi

Al-Qawiyyu berarti Allah Swt. Yang Maha Kuat. Kekuatan Allah Swt. sempurna dan tidak terbatas. Tidak ada satu pun makhluk yang mampu menyamai kekuatan-Nya. Dengan memahami Al-Qawiyyu, kita belajar untuk tidak mudah menyerah, selalu bersungguh-sungguh dalam berusaha, dan memohon pertolongan kepada Allah Swt.

Al-Qayyum berarti Allah Swt. Yang Maha Menegakkan dan Maha Memelihara. Allah Swt. senantiasa memelihara, mengatur, dan menjaga seluruh makhluk-Nya. Semua makhluk membutuhkan pertolongan dan pemeliharaan Allah Swt., sedangkan Allah Swt. tidak membutuhkan siapa pun.

Dengan mengenal Al-Qawiyyu dan Al-Qayyum, kita dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dengan cara bersungguh-sungguh, tidak mudah menyerah, bertanggung jawab, bersyukur, membantu sesama, dan bertawakal kepada Allah Swt. Kita harus selalu berusaha sebaik mungkin, kemudian menyerahkan hasilnya kepada Allah Swt. dengan penuh keyakinan.

REFLEKSI HASIL PEMBELAJARAN

Dari 23 peserta didik, sebanyak 18 siswa (78%) sudah memahami materi dengan baik. Mereka mampu menyebutkan arti Al-Qawiyyu dan Al-Qayyum, menjelaskan maknanya, serta memberikan contoh perilaku yang mencerminkan keimanan kepada Allah Swt. seperti berusaha dengan sungguh-sungguh, tidak mudah menyerah, mandiri, dan selalu memohon pertolongan kepada Allah.

Sementara itu, terdapat 5 siswa (22%) yang belum sepenuhnya memahami materi. Beberapa peserta didik masih mengalami kesulitan dalam membedakan makna Al-Qawiyyu dan Al-Qayyum, mengingat arti kedua Asmaul Husna, serta memberikan contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik tersebut masih membutuhkan pengulangan materi, contoh yang lebih konkret, dan pendampingan secara bertahap.

Kamis, 13 Agustus 2026

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM V

 



๐ŸŒฟ PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

ASMAUL HUSNA: AL-QAWIYYU DAN AL-QAYYUM

Nama Guru: Rahmawati Handayani, M.Pd.I
Hari/Tanggal: Jum'at, 14 Agustus 2026
Fase/Kelas: C / V
Mata Pelajaran: Pendidikan Agama Islam
Materi: Asmaul Husna (Al-Qawiyyu dan Al-Qayyum)
Pertemuan: 2

๐ŸŒธ Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Anak-anak hebat, sebelum memulai pembelajaran hari ini, mari kita sejenak memperhatikan berbagai hal yang ada di sekitar kita. Pernahkah kalian melihat matahari yang terus bersinar, tumbuhan yang tumbuh, air yang mengalir, atau tubuh kita yang dapat bergerak dan melakukan berbagai aktivitas?

Semua itu menunjukkan kebesaran dan kekuasaan Allah Swt. Tidak ada satu pun makhluk yang mampu menciptakan dan memelihara kehidupan dengan kekuatannya sendiri. Allah Swt. memiliki nama-nama yang indah yang disebut Asmaul Husna.

Pada pembelajaran sebelumnya, kita telah belajar bahwa Surah Al-Ma'un mengajarkan kita untuk peduli kepada sesama, suka menolong, dan tidak mengabaikan orang yang membutuhkan. Untuk melakukan kebaikan tersebut, kita membutuhkan kekuatan, keteguhan hati, dan kesadaran bahwa semua kemampuan yang kita miliki merupakan karunia dari Allah Swt.

Nah, hari ini kita akan mengenal lebih dekat dua Asmaul Husna, yaitu Al-Qawiyyu dan Al-Qayyum.

๐Ÿ’ก Mengapa Kita Perlu Mengenal Al-Qawiyyu dan Al-Qayyum?

Allah Swt. mampu menciptakan, mengatur, dan memelihara seluruh kehidupan karena Allah memiliki kekuatan yang sempurna. Allah adalah Al-Qawiyyu, Yang Maha Kuat, dan Al-Qayyum, Yang Maha Menegakkan dan Maha Memelihara.

Sebagai manusia, kita sebenarnya adalah makhluk yang lemah dan selalu membutuhkan pertolongan Allah. Karena itu, ketika menghadapi kesulitan, kita tidak boleh mudah menyerah. Kita harus berusaha dengan sungguh-sungguh, berdoa, dan bertawakal kepada Allah.

Begitu juga ketika mendapatkan kesehatan, keluarga, teman, kesempatan belajar, dan berbagai nikmat lainnya. Kita perlu menyadari bahwa semua itu merupakan bentuk pemeliharaan Allah. Karena itu, kita harus bersyukur, menjaga diri, menjaga lingkungan, menyayangi makhluk hidup, dan melaksanakan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya.

Dengan memahami Al-Qawiyyu dan Al-Qayyum, kita tidak hanya mengetahui arti sebuah nama Allah, tetapi juga belajar bagaimana menghadirkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.


๐ŸŽฏ TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan arti Al-Qawiyyu dan Al-Qayyum dengan benar.
  2. Menjelaskan makna Allah Swt. sebagai Yang Maha Kuat serta Maha Menegakkan dan Maha Memelihara.
  3. Menyebutkan contoh perilaku yang mencerminkan keimanan kepada Al-Qawiyyu dan Al-Qayyum.
  4. Menghubungkan makna Al-Qawiyyu dan Al-Qayyum dengan kehidupan sehari-hari.
  5. Menunjukkan sikap bersungguh-sungguh, tidak mudah menyerah, bersyukur, bertanggung jawab, dan bertawakal kepada Allah Swt.

๐ŸŒฑ Mindful – Kesadaran

Peserta didik menyadari bahwa Allah Swt. adalah Zat Yang Maha Kuat dan selalu memelihara seluruh makhluk-Nya. Kesadaran ini mendorong kita untuk selalu mengingat Allah dalam setiap keadaan.

๐Ÿ’ก Meaningful – Bermakna

Peserta didik mampu menghubungkan makna Al-Qawiyyu dan Al-Qayyum dengan pengalaman yang mereka alami, seperti ketika menghadapi kesulitan belajar, menjaga kesehatan, menyelesaikan tugas, membantu orang lain, dan menjaga lingkungan.

๐Ÿ˜Š Joyful – Menyenangkan

Pembelajaran dilakukan melalui tanya jawab, pengamatan gambar atau video, diskusi, kuis, latihan, dan refleksi sehingga peserta didik dapat belajar dengan aktif, nyaman, dan menyenangkan.


๐Ÿ“š ALUR PEMBELAJARAN

1. Pembukaan

  • Guru memberi salam dan mengajak peserta didik berdoa.
  • Guru mengecek kesiapan belajar peserta didik.
  • Guru mengajak peserta didik mengingat kembali materi sebelumnya.
  • Guru melakukan apersepsi dengan mengaitkan pembelajaran sebelumnya dengan materi Al-Qawiyyu dan Al-Qayyum.

2. Mengamati

Peserta didik mengamati gambar atau video tentang kebesaran Allah Swt. dan berbagai ciptaan-Nya.

Peserta didik kemudian menjawab pertanyaan sederhana:

"Apa yang kalian lihat? Siapa yang menciptakan dan memelihara semua itu?"

3. Memahami

Guru menjelaskan arti dan makna Al-Qawiyyu dan Al-Qayyum.

Peserta didik menyimak contoh perilaku yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

4. Berdiskusi

Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk menemukan contoh perilaku yang mencerminkan Al-Qawiyyu dan Al-Qayyum.

Hasil diskusi kemudian disampaikan secara sederhana di depan kelas.

5. Berlatih

Peserta didik mengerjakan tugas dan latihan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman terhadap materi.

Guru memberikan penguatan dan meluruskan pemahaman yang masih kurang tepat.

6. Refleksi

Peserta didik menjawab pertanyaan refleksi:

"Setelah belajar Al-Qawiyyu dan Al-Qayyum, sikap baik apa yang ingin saya biasakan mulai hari ini?"

7. Penutup

Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran.

Guru memberikan motivasi agar peserta didik selalu berusaha, tidak mudah menyerah, bersyukur, dan bertawakal kepada Allah Swt.

Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam.


๐ŸŒŸ MATERI PEMBELAJARAN

A. Al-Qawiyyu – Allah Yang Maha Kuat

Al-Qawiyyu berarti Allah Yang Maha Kuat.

Kekuatan Allah Swt. sempurna dan tidak terbatas. Allah tidak membutuhkan bantuan siapa pun, sedangkan seluruh makhluk membutuhkan pertolongan-Nya.

Allah Swt. menciptakan alam semesta beserta seluruh isinya dengan kekuasaan-Nya. Tidak ada sesuatu pun yang mampu menyamai kekuatan Allah.

Sebagai manusia, kita memang memiliki keterbatasan. Namun, kita dapat menggunakan kekuatan dan kemampuan yang Allah berikan untuk melakukan kebaikan.

Misalnya, ketika mengalami kesulitan dalam belajar, kita tidak langsung menyerah. Kita berusaha memahami materi, bertanya kepada guru, belajar kembali, berdoa, dan memohon pertolongan Allah.

๐ŸŒฑ Contoh perilaku yang mencerminkan Al-Qawiyyu:

  • Bersungguh-sungguh dalam belajar.
  • Tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.
  • Berani melakukan kebaikan.
  • Berani membela kebenaran dengan cara yang baik.
  • Menggunakan tenaga dan kemampuan untuk membantu orang lain.
  • Berdoa dan memohon pertolongan Allah ketika menghadapi kesulitan.

B. Al-Qayyum – Allah Yang Maha Menegakkan dan Maha Memelihara

Al-Qayyum berarti Allah Yang Maha Menegakkan dan Maha Memelihara.

Allah Swt. berdiri sendiri dan tidak membutuhkan bantuan siapa pun. Sebaliknya, seluruh makhluk membutuhkan Allah untuk dapat hidup dan menjalani kehidupannya.

Allah memelihara manusia, hewan, tumbuhan, dan seluruh alam semesta. Setiap hari kita mendapatkan banyak nikmat dari Allah, seperti kesehatan, makanan, udara, keluarga, teman, dan kesempatan untuk belajar.

Karena Allah selalu memelihara kita, sudah seharusnya kita bersyukur dan menjaga apa yang telah Allah titipkan.

Menjaga kesehatan, membuang sampah pada tempatnya, merawat tumbuhan, menyayangi hewan, melaksanakan tugas, dan membantu sesama merupakan bentuk rasa syukur atas pemeliharaan Allah.

๐ŸŒฑ Contoh perilaku yang mencerminkan Al-Qayyum:

  • Menjaga kesehatan dan kebersihan diri.
  • Menjaga kebersihan lingkungan.
  • Merawat tumbuhan dan menyayangi hewan.
  • Bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah.
  • Bertanggung jawab terhadap tugas.
  • Menjaga barang dan fasilitas yang telah diberikan.
  • Berusaha dengan sungguh-sungguh kemudian bertawakal kepada Allah.
VIDEO PEMBELAJARAN




๐Ÿ“ TUGAS PEMBELAJARAN

Tugas 1 – Yuk, Pahami!

Jawablah pertanyaan berikut dengan kalimat yang jelas.

  1. Apa arti Al-Qawiyyu?
  2. Apa arti Al-Qayyum?
  3. Mengapa manusia harus menyadari bahwa dirinya membutuhkan pertolongan Allah?
  4. Sebutkan dua contoh perilaku yang mencerminkan Al-Qawiyyu!
  5. Sebutkan dua contoh perilaku yang mencerminkan Al-Qayyum!

Tugas 2 – Yuk, Hubungkan dengan Kehidupan!

Bacalah situasi berikut.

Aisyah mendapatkan tugas yang cukup sulit. Ia sudah mencoba mengerjakannya, tetapi masih belum memahami caranya. Aisyah hampir menyerah. Namun, ia kemudian berdoa, mencoba kembali, bertanya kepada gurunya, dan akhirnya dapat menyelesaikan tugas tersebut.

Jawablah:

  1. Asmaul Husna manakah yang sesuai dengan sikap Aisyah?
  2. Sikap baik apa yang ditunjukkan Aisyah?
  3. Apa yang akan kamu lakukan jika mengalami kesulitan seperti Aisyah?

Tugas 3 – Ayo Temukan Contohnya!

Lengkapilah tabel berikut dengan contoh perilaku yang dapat kamu lakukan di rumah atau di sekolah.

Asmaul HusnaContoh Perilaku
Al-Qawiyyu................................................
Al-Qawiyyu................................................
Al-Qayyum................................................
Al-Qayyum................................................

๐ŸŒฑ Tugas 4 – Aksi Kebaikan Hari Ini

Pilih satu tindakan nyata yang akan kamu lakukan sebagai bentuk pengamalan Al-Qawiyyu atau Al-Qayyum.

Contoh:

  • Saya akan belajar dengan sungguh-sungguh dan tidak mudah menyerah.
  • Saya akan menjaga kebersihan kelas.
  • Saya akan membantu teman yang mengalami kesulitan.
  • Saya akan menjaga kesehatan tubuh.
  • Saya akan merawat tumbuhan di sekitar rumah.

Tindakan yang saya pilih:

....................................................................................

Mengapa saya memilih tindakan tersebut?

....................................................................................


๐Ÿ’ญ REFLEKSI DIRI

Setelah mempelajari Al-Qawiyyu dan Al-Qayyum, lengkapilah kalimat berikut:

Hari ini saya belajar bahwa Allah Swt. adalah ................................................................

Sikap yang ingin saya biasakan adalah ................................................................

Ketika menghadapi kesulitan, saya akan ................................................................

Sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah, saya akan ................................................................


๐ŸŒธ KESIMPULAN

Hari ini kita telah belajar dua Asmaul Husna, yaitu:

๐ŸŒŸ Al-Qawiyyu → Allah Yang Maha Kuat.
๐ŸŒŸ Al-Qayyum → Allah Yang Maha Menegakkan dan Maha Memelihara.

Al-Qawiyyu mengajarkan kita untuk menjadi pribadi yang kuat dalam iman, bersungguh-sungguh dalam belajar, berani melakukan kebaikan, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.

Al-Qayyum mengajarkan kita untuk menyadari bahwa kehidupan kita selalu berada dalam pemeliharaan Allah. Karena itu, kita perlu bersyukur, menjaga diri, menjaga lingkungan, menyayangi makhluk hidup, dan bertanggung jawab terhadap apa yang telah Allah titipkan.

Jadi, mengenal Asmaul Husna bukan hanya tentang mengetahui arti nama-nama Allah, tetapi juga tentang membuktikan keimanan melalui sikap dan perbuatan dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga setelah pembelajaran hari ini, kita menjadi anak-anak yang kuat dalam iman, tidak mudah menyerah, selalu bersyukur, bertanggung jawab, dan senantiasa mengandalkan Allah Swt.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


REFLEKSI HASIL PEMBELAJARAN HARI INI 

Secara umum, pembelajaran sudah berjalan dengan baik. Dari 23 peserta didik, sebanyak 20 siswa (86,96%) telah memahami makna Al-Qawiyyu dan Al-Qayyum serta mampu menunjukkan contoh perilakunya dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, sebanyak 3 siswa (13,04%) masih memerlukan penguatan dalam memahami materi secara optimal. Peserta didik yang belum memahami akan diberikan pendampingan melalui penjelasan sederhana, contoh konkret, diskusi, latihan, dan pembiasaan sikap dalam kehidupan sehari-hari.

Rabu, 12 Agustus 2026

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM V

 


๐ŸŒฟ PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

ASMAUL HUSNA: AL-QAWIYYU DAN AL-QAYYUM


Nama Guru : Rahmawati Handayani, M.Pd.I
Hari/Tanggal : Kamis, 13 Agustus 2026
Fase/Kelas : C / Lima
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Materi : Asmaul Husna (Al-Qawiyyu dan Al-Qayyum)
Pertemuan Ke : 2


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Anak-anak yang hebat, sebelum memulai pembelajaran hari ini, mari kita mengingat kembali kebesaran Allah Swt. yang ada di sekitar kita.

Allah Swt. memiliki banyak nama yang indah atau Asmaul Husna. Pada pembelajaran sebelumnya kita telah mengenal bahwa:

Pesan Surah Al-Ma'un untuk peduli dan berbuat baik kepada sesama dapat kita lakukan dengan menyadari bahwa kekuatan dan kemampuan untuk berbuat baik merupakan nikmat dari Allah.

๐Ÿ’ก Hubungan dengan Materi Hari Ini

Hari ini kita akan mempelajari dua Asmaul Husna, yaitu:

๐ŸŒŸ Al-Qawiyyu — Allah Yang Maha Kuat
Kita belajar menjadi anak yang kuat dalam iman, kuat menghadapi kesulitan, dan kuat untuk melakukan kebaikan.

๐ŸŒŸ Al-Qayyum — Allah Yang Maha Menegakkan dan Maha Memelihara
Kita belajar menyadari bahwa Allah selalu memelihara kita sehingga kita harus bersyukur, menjaga diri, menjaga lingkungan, dan peduli kepada sesama.

 

Lalu, mengapa Allah mampu menciptakan dan memelihara seluruh makhluk-Nya?

Karena Allah memiliki kekuatan yang sempurna. Allah adalah Al-Qawiyyu, Maha Kuat, dan Allah adalah Al-Qayyum, Maha Menegakkan dan Memelihara seluruh makhluk-Nya.

Hari ini kita akan belajar bagaimana memahami kedua Asmaul Husna tersebut dan bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.


Peserta didik memahami makna Asmaul Husna yang dipelajari, menghayati kebesaran dan kekuasaan Allah Swt., serta menerapkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan arti Al-Qawiyyu dan Al-Qayyum dengan benar.
  2. Menjelaskan makna Allah sebagai Maha Kuat dan Maha Menegakkan/Memelihara.
  3. Menyebutkan contoh perilaku yang mencerminkan keimanan kepada Al-Qawiyyu dan Al-Qayyum.
  4. Menghubungkan makna kedua Asmaul Husna dengan kehidupan sehari-hari.
  5. Menunjukkan sikap bersungguh-sungguh, tidak mudah menyerah, bersyukur, dan bertawakal kepada Allah.

๐ŸŒฑ Mindful – Kesadaran

Peserta didik menyadari bahwa Allah Swt. adalah Zat Yang Maha Kuat dan selalu memelihara seluruh makhluk-Nya.

๐Ÿ’ก Meaningful – Bermakna

Peserta didik mampu menghubungkan makna Al-Qawiyyu dan Al-Qayyum dengan pengalaman kehidupan sehari-hari.

๐Ÿ˜Š Joyful – Menyenangkan

Peserta didik mengikuti pembelajaran melalui tanya jawab, diskusi, video, kuis, dan latihan dengan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan.


Pembelajaran dilaksanakan melalui alur sebagai berikut:

1. Pembukaan

  • Guru memberi salam.
  • Peserta didik berdoa.
  • Guru mengecek kesiapan belajar.
  • Guru melakukan apersepsi tentang Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq.

2. Mengamati

  • Peserta didik mengamati gambar/video tentang kebesaran dan kekuasaan Allah.
  • Peserta didik menghubungkan apa yang dilihat dengan kebesaran Allah Swt.

3. Memahami

  • Guru menjelaskan pengertian Al-Qawiyyu dan Al-Qayyum.
  • Peserta didik menyimak contoh penerapan kedua Asmaul Husna.

4. Berdiskusi

  • Peserta didik berdiskusi mengenai contoh perilaku yang mencerminkan Al-Qawiyyu dan Al-Qayyum.
  • Peserta didik menyampaikan hasil diskusinya.

5. Berlatih

  • Peserta didik mengerjakan soal latihan/post-test.
  • Guru memberikan penguatan terhadap jawaban peserta didik.

6. Refleksi

  • Peserta didik menyampaikan hal baru yang dipelajari.
  • Peserta didik menyebutkan satu sikap yang akan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

7. Penutup

  • Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran.
  • Guru memberikan motivasi.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam.

Model Pembelajaran:

Cooperative Learning dengan pendekatan pembelajaran mendalam.

Metode Pembelajaran:

  • Tanya jawab
  • Diskusi
  • Observasi
  • Penugasan
  • Presentasi
  • Kuis
  • Refleksi

 MATERI

๐ŸŒŸ A. Al-Qawiyyu

Al-Qawiyyu berarti Allah Yang Maha Kuat.

Kekuatan Allah Swt. sempurna dan tidak terbatas. Tidak ada sesuatu pun yang dapat mengalahkan kekuasaan Allah.

Allah menciptakan seluruh alam semesta dengan kekuasaan-Nya. Oleh karena itu, sebagai manusia kita harus menyadari bahwa kita adalah makhluk yang lemah dan selalu membutuhkan pertolongan Allah.

Contoh perilaku meneladani Al-Qawiyyu:

  • Rajin dan sungguh-sungguh dalam belajar.
  • Tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.
  • Berani melakukan kebaikan.
  • Tidak takut ketika membela kebenaran.
  • Memohon pertolongan kepada Allah.
  • Menggunakan kekuatan untuk melakukan hal-hal yang baik.

๐ŸŒŸ B. Al-Qayyum

Al-Qayyum berarti Allah Yang Maha Menegakkan dan Maha Memelihara.

Allah Swt. berdiri sendiri dan tidak membutuhkan bantuan siapa pun. Sebaliknya, seluruh makhluk membutuhkan pertolongan dan pemeliharaan Allah.

Allah memelihara manusia, hewan, tumbuhan, dan seluruh alam semesta.

Contoh perilaku meneladani Al-Qayyum:

  • Menjaga kesehatan tubuh.
  • Menjaga kebersihan lingkungan.
  • Bersyukur atas nikmat Allah.
  • Menyayangi makhluk hidup.
  • Bertanggung jawab terhadap tugas.
  • Berusaha dan bertawakal kepada Allah.


Media yang digunakan dalam pembelajaran:

๐Ÿ“– Al-Qur'an
๐Ÿ“š Buku Pendidikan Agama Islam
๐Ÿ–ผ️ Gambar/infografis Asmaul Husna
๐ŸŽฌ Video pembelajaran
๐Ÿ“ Lembar kerja peserta didik
๐Ÿ’ป Kuis/latihan

Video pembelajaran:
Tautan video dapat ditambahkan sesuai video yang digunakan guru pada saat pembelajaran.



Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!

1.Apa arti Al-Qawiyyu?

2.Apa arti Al-Qayyum?

3.Sebutkan dua contoh perilaku yang mencerminkan Al-Qawiyyu!

4.Sebutkan dua contoh perilaku yang mencerminkan Al-Qayyum!

5.Mengapa kita tidak boleh mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan?

6.Bagaimana cara kita menunjukkan rasa syukur kepada Allah sebagai Al-Qayyum?

KESIMPULAN

Hari ini kita telah belajar dua Asmaul Husna, yaitu:

๐ŸŒŸ Al-Qawiyyu → Allah Yang Maha Kuat.
๐ŸŒŸ Al-Qayyum → Allah Yang Maha Menegakkan dan Maha Memelihara.

Dengan memahami kedua Asmaul Husna tersebut, kita belajar untuk menjadi anak yang kuat dalam iman, sungguh-sungguh dalam belajar, tidak mudah menyerah, bertanggung jawab, bersyukur, dan selalu bertawakal kepada Allah Swt.


VIDEO PEMBELAJARAN