ASMAUL HUSNA: AL-QAWIYYU DAN AL-QAYYUM
Nama Guru: Rahmawati Handayani, M.Pd.I
Hari/Tanggal: Selasa / 18 Agustus 2026
Fase/Kelas: C / V
Mata Pelajaran: Pendidikan Agama Islam
Materi: Asmaul Husna (Al-Qawiyyu dan Al-Qayyum)
Pertemuan: 2
🌸 Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Anak-anak hebat, sebelum memulai pembelajaran hari ini, mari kita sejenak memperhatikan berbagai hal yang ada di sekitar kita. Pernahkah kalian melihat matahari yang terus bersinar, tumbuhan yang tumbuh, air yang mengalir, atau tubuh kita yang dapat bergerak dan melakukan berbagai aktivitas?
Semua itu menunjukkan kebesaran dan kekuasaan Allah Swt. Tidak ada satu pun makhluk yang mampu menciptakan dan memelihara kehidupan dengan kekuatannya sendiri. Allah Swt. memiliki nama-nama yang indah yang disebut Asmaul Husna.
Pada pembelajaran sebelumnya, kita telah belajar bahwa Surah Al-Ma'un mengajarkan kita untuk peduli kepada sesama, suka menolong, dan tidak mengabaikan orang yang membutuhkan. Untuk melakukan kebaikan tersebut, kita membutuhkan kekuatan, keteguhan hati, dan kesadaran bahwa semua kemampuan yang kita miliki merupakan karunia dari Allah Swt.
Nah, hari ini kita akan mengenal lebih dekat dua Asmaul Husna, yaitu Al-Qawiyyu dan Al-Qayyum.
💡 Mengapa Kita Perlu Mengenal Al-Qawiyyu dan Al-Qayyum?
Allah Swt. mampu menciptakan, mengatur, dan memelihara seluruh kehidupan karena Allah memiliki kekuatan yang sempurna. Allah adalah Al-Qawiyyu, Yang Maha Kuat, dan Al-Qayyum, Yang Maha Menegakkan dan Maha Memelihara.
Sebagai manusia, kita sebenarnya adalah makhluk yang lemah dan selalu membutuhkan pertolongan Allah. Karena itu, ketika menghadapi kesulitan, kita tidak boleh mudah menyerah. Kita harus berusaha dengan sungguh-sungguh, berdoa, dan bertawakal kepada Allah.
Begitu juga ketika mendapatkan kesehatan, keluarga, teman, kesempatan belajar, dan berbagai nikmat lainnya. Kita perlu menyadari bahwa semua itu merupakan bentuk pemeliharaan Allah. Karena itu, kita harus bersyukur, menjaga diri, menjaga lingkungan, menyayangi makhluk hidup, dan melaksanakan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya.
Dengan memahami Al-Qawiyyu dan Al-Qayyum, kita tidak hanya mengetahui arti sebuah nama Allah, tetapi juga belajar bagaimana menghadirkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
- Menjelaskan arti Al-Qawiyyu dan Al-Qayyum dengan benar.
- Menjelaskan makna Allah Swt. sebagai Yang Maha Kuat serta Maha Menegakkan dan Maha Memelihara.
- Menyebutkan contoh perilaku yang mencerminkan keimanan kepada Al-Qawiyyu dan Al-Qayyum.
- Menghubungkan makna Al-Qawiyyu dan Al-Qayyum dengan kehidupan sehari-hari.
- Menunjukkan sikap bersungguh-sungguh, tidak mudah menyerah, bersyukur, bertanggung jawab, dan bertawakal kepada Allah Swt.
🌱 Mindful – Kesadaran
Peserta didik menyadari bahwa Allah Swt. adalah Zat Yang Maha Kuat dan selalu memelihara seluruh makhluk-Nya. Kesadaran ini mendorong kita untuk selalu mengingat Allah dalam setiap keadaan.
💡 Meaningful – Bermakna
Peserta didik mampu menghubungkan makna Al-Qawiyyu dan Al-Qayyum dengan pengalaman yang mereka alami, seperti ketika menghadapi kesulitan belajar, menjaga kesehatan, menyelesaikan tugas, membantu orang lain, dan menjaga lingkungan.
😊 Joyful – Menyenangkan
Pembelajaran dilakukan melalui tanya jawab, pengamatan gambar atau video, diskusi, kuis, latihan, dan refleksi sehingga peserta didik dapat belajar dengan aktif, nyaman, dan menyenangkan.
📚 ALUR PEMBELAJARAN
1. Pembukaan
- Guru memberi salam dan mengajak peserta didik berdoa.
- Guru mengecek kesiapan belajar peserta didik.
- Guru mengajak peserta didik mengingat kembali materi sebelumnya.
- Guru melakukan apersepsi dengan mengaitkan pembelajaran sebelumnya dengan materi Al-Qawiyyu dan Al-Qayyum.
2. Mengamati
Peserta didik mengamati gambar atau video tentang kebesaran Allah Swt. dan berbagai ciptaan-Nya.
Peserta didik kemudian menjawab pertanyaan sederhana:
"Apa yang kalian lihat? Siapa yang menciptakan dan memelihara semua itu?"
3. Memahami
Guru menjelaskan arti dan makna Al-Qawiyyu dan Al-Qayyum.
Peserta didik menyimak contoh perilaku yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
4. Berdiskusi
Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk menemukan contoh perilaku yang mencerminkan Al-Qawiyyu dan Al-Qayyum.
Hasil diskusi kemudian disampaikan secara sederhana di depan kelas.
5. Berlatih
Peserta didik mengerjakan tugas dan latihan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman terhadap materi.
Guru memberikan penguatan dan meluruskan pemahaman yang masih kurang tepat.
6. Refleksi
Peserta didik menjawab pertanyaan refleksi:
"Setelah belajar Al-Qawiyyu dan Al-Qayyum, sikap baik apa yang ingin saya biasakan mulai hari ini?"
7. Penutup
Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran.
Guru memberikan motivasi agar peserta didik selalu berusaha, tidak mudah menyerah, bersyukur, dan bertawakal kepada Allah Swt.
Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam.
🌟 MATERI PEMBELAJARAN
A. Al-Qawiyyu – Allah Yang Maha Kuat
Al-Qawiyyu berarti Allah Yang Maha Kuat.
Kekuatan Allah Swt. sempurna dan tidak terbatas. Allah tidak membutuhkan bantuan siapa pun, sedangkan seluruh makhluk membutuhkan pertolongan-Nya.
Allah Swt. menciptakan alam semesta beserta seluruh isinya dengan kekuasaan-Nya. Tidak ada sesuatu pun yang mampu menyamai kekuatan Allah.
Sebagai manusia, kita memang memiliki keterbatasan. Namun, kita dapat menggunakan kekuatan dan kemampuan yang Allah berikan untuk melakukan kebaikan.
Misalnya, ketika mengalami kesulitan dalam belajar, kita tidak langsung menyerah. Kita berusaha memahami materi, bertanya kepada guru, belajar kembali, berdoa, dan memohon pertolongan Allah.
🌱 Contoh perilaku yang mencerminkan Al-Qawiyyu:
- Bersungguh-sungguh dalam belajar.
- Tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.
- Berani melakukan kebaikan.
- Berani membela kebenaran dengan cara yang baik.
- Menggunakan tenaga dan kemampuan untuk membantu orang lain.
- Berdoa dan memohon pertolongan Allah ketika menghadapi kesulitan.
B. Al-Qayyum – Allah Yang Maha Menegakkan dan Maha Memelihara
Al-Qayyum berarti Allah Yang Maha Menegakkan dan Maha Memelihara.
Allah Swt. berdiri sendiri dan tidak membutuhkan bantuan siapa pun. Sebaliknya, seluruh makhluk membutuhkan Allah untuk dapat hidup dan menjalani kehidupannya.
Allah memelihara manusia, hewan, tumbuhan, dan seluruh alam semesta. Setiap hari kita mendapatkan banyak nikmat dari Allah, seperti kesehatan, makanan, udara, keluarga, teman, dan kesempatan untuk belajar.
Karena Allah selalu memelihara kita, sudah seharusnya kita bersyukur dan menjaga apa yang telah Allah titipkan.
Menjaga kesehatan, membuang sampah pada tempatnya, merawat tumbuhan, menyayangi hewan, melaksanakan tugas, dan membantu sesama merupakan bentuk rasa syukur atas pemeliharaan Allah.
🌱 Contoh perilaku yang mencerminkan Al-Qayyum:
- Menjaga kesehatan dan kebersihan diri.
- Menjaga kebersihan lingkungan.
- Merawat tumbuhan dan menyayangi hewan.
- Bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah.
- Bertanggung jawab terhadap tugas.
- Menjaga barang dan fasilitas yang telah diberikan.
- Berusaha dengan sungguh-sungguh kemudian bertawakal kepada Allah.
🌿 TUGAS PEMBELAJARAN
Asmaul Husna: Al-Qawiyyu dan Al-Qayyum
Nama: ........................................................
Kelas: ........................................................
Tanggal: ......................................................
🧩 Tugas 1 – Cari Pasangannya!
Hubungkan pernyataan di sebelah kiri dengan jawaban yang paling tepat di sebelah kanan.
A. Pernyataan
- Allah Swt. memiliki kekuatan yang sempurna.
- Allah Swt. selalu menjaga dan mengatur seluruh makhluk-Nya.
- Tetap berusaha walaupun menghadapi kesulitan.
- Mengucapkan hamdalah ketika mendapatkan nikmat.
- Menyerahkan hasil usaha kepada Allah Swt.
B. Pilihan Jawaban
a. Bersyukur
b. Al-Qayyum
c. Tawakal
d. Al-Qawiyyu
e. Tidak mudah menyerah
Jawaban:
- ............
- ............
- ............
- ............
- ............
🔍 Tugas 2 – Detektif Sikap
Bacalah situasi berikut, kemudian tentukan sikap yang tepat dan Asmaul Husna yang berkaitan.
1. Raka belum berhasil menyelesaikan soal matematika. Ia tidak langsung menyerah, tetapi mencoba kembali dan bertanya kepada guru.
Sikap Raka: ........................................................
Berkaitan dengan: ....................................................
2. Siti mendapat makanan dari ibunya. Sebelum makan, ia mengucapkan doa dan bersyukur atas makanan tersebut.
Sikap Siti: .............................................................
Berkaitan dengan: ....................................................
3. Dimas dipercaya menjadi ketua kelompok. Ia melaksanakan tugasnya dengan sungguh-sungguh dan menyelesaikan tanggung jawabnya.
Sikap Dimas: ........................................................
Berkaitan dengan: ....................................................
🧠 Tugas 3 – Lengkapi Ceritanya!
Lengkapilah cerita berikut dengan kata yang tepat.
Kata pilihan:
Al-Qawiyyu – Al-Qayyum – berusaha – bersyukur – bertawakal
Ketika mendapat kesulitan, kita tidak boleh mudah menyerah. Kita harus terus .................... dan meminta pertolongan kepada Allah Swt. Hal ini mengingatkan kita kepada Asmaul Husna ...................., yang berarti Allah Swt. Yang Maha Kuat.
Allah Swt. juga selalu memelihara dan mengatur seluruh makhluk-Nya. Hal ini sesuai dengan makna .................... . Setelah berusaha dengan sungguh-sungguh, kita harus .................... kepada Allah Swt. dan tetap .................... atas segala ketentuan-Nya.
🎯 Tugas 4 – Pilih Sikap Terbaik
Berilah tanda ✓ pada sikap yang sesuai dengan pengamalan Al-Qawiyyu dan Al-Qayyum.
|
No. |
Sikap |
✓ |
|
1 |
Menyerah ketika tugas terasa
sulit. |
|
|
2 |
Tetap berusaha meskipun mengalami
kegagalan. |
|
|
3 |
Mengeluh ketika mendapatkan
nikmat. |
|
|
4 |
Bersyukur atas apa yang diberikan
Allah Swt. |
|
|
5 |
Menyelesaikan tugas dengan penuh
tanggung jawab. |
|
|
6 |
Berdoa dan bertawakal setelah
berusaha. |
|
|
7 |
Menyalahkan orang lain ketika
mengalami kesulitan. |
|
|
8 |
Membantu teman yang sedang
mengalami kesulitan. |
Pilih satu jawaban yang kamu beri tanda ✓, kemudian jelaskan mengapa sikap tersebut baik dilakukan!
............................................................................................
............................................................................................
🌿 Kesimpulan Materi
Al-Qawiyyu berarti Allah Swt. Yang Maha Kuat. Kekuatan Allah Swt. sempurna dan tidak terbatas. Tidak ada satu pun makhluk yang mampu menyamai kekuatan-Nya. Dengan memahami Al-Qawiyyu, kita belajar untuk tidak mudah menyerah, selalu bersungguh-sungguh dalam berusaha, dan memohon pertolongan kepada Allah Swt.
Al-Qayyum berarti Allah Swt. Yang Maha Menegakkan dan Maha Memelihara. Allah Swt. senantiasa memelihara, mengatur, dan menjaga seluruh makhluk-Nya. Semua makhluk membutuhkan pertolongan dan pemeliharaan Allah Swt., sedangkan Allah Swt. tidak membutuhkan siapa pun.
Dengan mengenal Al-Qawiyyu dan Al-Qayyum, kita dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dengan cara bersungguh-sungguh, tidak mudah menyerah, bertanggung jawab, bersyukur, membantu sesama, dan bertawakal kepada Allah Swt. Kita harus selalu berusaha sebaik mungkin, kemudian menyerahkan hasilnya kepada Allah Swt. dengan penuh keyakinan.


