Senin, 02 November 2026

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM V

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

MENELADANI PERJUANGAN RASULULLAH SAW

PERISTIWA FATHU MAKKAH

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM • FASE C • KELAS V

SABAR  •  TEGUH  •  PEMAAF  •  BIJAKSANA

IDENTITAS

Nama Guru

:  Rahmawati Handayani, M.Pd.I

Mapel

:  Pendidikan Agama Islam

Hari / Tanggal

:  Senin / 2 November 2026

Fase / Kelas

:  C / V

Materi

:  Meneladani Perjuangan Rasulullah SAW (Peristiwa Fathu Makkah)

Pertemuan

:  17

1. Capaian Pembelajaran (CP)

Elemen: Sejarah Peradaban Islam

Rumusan operasional pembelajaran: Peserta didik memahami peristiwa penting dalam sejarah perjuangan Rasulullah SAW, khususnya Fathu Makkah, mampu menjelaskan latar belakang, proses, dan hikmahnya, serta menunjukkan perilaku yang mencerminkan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Catatan: Rumusan ini merupakan penjabaran untuk kegiatan pembelajaran. Guru dapat menyelaraskannya dengan redaksi CP yang digunakan dalam dokumen kurikulum satuan pendidikan.

2. Tujuan Pembelajaran

TP UMUM

Peserta didik mampu menjelaskan peristiwa Fathu Makkah, mengidentifikasi sebab dan proses terjadinya, serta mengambil hikmah dari sikap Rasulullah SAW.

MEANINGFUL – Bermakna

1. Peserta didik mampu menghubungkan peristiwa Fathu Makkah dengan nilai pemaaf, persaudaraan, perdamaian, dan keteguhan iman.
2. Peserta didik mampu memberikan contoh penerapan sikap pemaaf dan menghindari balas dendam dalam kehidupan di rumah dan sekolah.

MINDFUL – Berkesadaran

1. Peserta didik menyimak kisah Fathu Makkah dengan fokus dan mengidentifikasi informasi penting secara cermat.
2. Peserta didik merefleksikan perasaan dan pilihan sikap ketika menghadapi konflik atau perlakuan tidak menyenangkan.

JOYFUL – Menggembirakan

1. Peserta didik menyusun urutan peristiwa Fathu Makkah melalui kartu kronologi atau diskusi kelompok.
2. Peserta didik menyampaikan hasil pemahaman melalui presentasi, bermain peran sederhana, atau peta pikiran dengan percaya diri.

3. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Alur pembelajaran bergerak dari kesiapan menyimak (mindful), memahami inti peristiwa, mengaitkan hikmah dengan kehidupan (meaningful), hingga menunjukkan pemahaman melalui aktivitas kolaboratif (joyful).

Kode

Tahapan

Alur Tujuan Pembelajaran

3.1

MINDFUL

Menyimak kisah Fathu Makkah dengan tenang dan mencatat informasi penting.

3.2

TP UMUM

Menjelaskan pengertian dan waktu terjadinya Fathu Makkah, yaitu pembebasan Kota Makkah pada tahun 8 Hijriah.

3.3

MEANINGFUL

Mengidentifikasi latar belakang Fathu Makkah, termasuk pelanggaran Perjanjian Hudaibiyah oleh pihak sekutu Quraisy terhadap sekutu kaum Muslimin.

3.4

MEANINGFUL

Menguraikan proses masuknya kaum Muslimin ke Makkah dan sikap Rasulullah SAW yang mengutamakan keselamatan serta pemaafan.

3.5

MINDFUL

Merefleksikan keteladanan Rasulullah SAW, seperti rendah hati, pemaaf, bijaksana, dan tidak membalas dendam.

3.6

JOYFUL

Menyusun kronologi, membuat peta pikiran, atau mempresentasikan hikmah Fathu Makkah secara berkelompok.

4. Model dan Metode Pembelajaran

Model: Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dengan prinsip mindful, meaningful, dan joyful, melalui pembelajaran berbasis kisah sejarah dan aktivitas kolaboratif.

·        Storytelling / Kisah Teladan – guru menyampaikan kisah Fathu Makkah secara runtut dan sesuai sumber pembelajaran.

·        Discovery Learning – peserta didik menemukan latar belakang, urutan peristiwa, dan hikmah melalui bacaan atau kartu informasi.

·        Diskusi Kelompok – peserta didik bertukar pendapat tentang sikap Rasulullah SAW dan penerapannya.

·        Demonstrasi / Bermain Peran Sederhana – peserta didik memeragakan sikap pemaaf, musyawarah, dan penyelesaian konflik secara santun; bukan memerankan sosok Nabi.

·        Peta Pikiran / Kartu Kronologi – peserta didik menyusun informasi penting secara visual.

·        Penugasan – peserta didik mengerjakan latihan untuk mengukur pemahaman.

5. Pembukaan: Mengenal Kebesaran Allah dan Meneladani Rasulullah SAW

Allah SWT memiliki nama-nama yang mulia. Melalui peristiwa Fathu Makkah, kita dapat merenungkan nilai-nilai yang mengingatkan manusia pada kasih sayang, ampunan, dan pertolongan Allah.

الْفَتَّاحُ
Al-Fattah – Yang Maha Pembuka
Allah Maha Membuka jalan kebaikan dan memberi pertolongan kepada hamba-Nya. Fathu Makkah menjadi peristiwa terbukanya Kota Makkah bagi kaum Muslimin untuk beribadah kepada Allah.

الْحَلِيمُ
Al-Halim – Yang Maha Penyantun
Allah Maha Penyantun. Kita belajar menahan amarah, bersikap tenang, dan tidak tergesa-gesa membalas keburukan dengan keburukan.

الْغَفُورُ
Al-Ghafur – Yang Maha Pengampun
Allah Maha Pengampun. Peristiwa Fathu Makkah mengajarkan pentingnya memaafkan dan memberi kesempatan untuk memperbaiki diri.

Mengenal Peristiwa Fathu Makkah

Fathu Makkah berarti pembebasan Kota Makkah. Peristiwa ini terjadi pada tahun 8 Hijriah. Salah satu latar belakangnya adalah pelanggaran Perjanjian Hudaibiyah, ketika Bani Bakr yang bersekutu dengan Quraisy menyerang Bani Khuza'ah yang bersekutu dengan kaum Muslimin. Peristiwa tersebut mendorong Rasulullah SAW mengambil langkah untuk menuju Makkah.

Rasulullah SAW memimpin kaum Muslimin menuju Makkah dengan kekuatan besar. Ketika memasuki kota, beliau mengutamakan keselamatan dan menghindari pertumpahan darah. Setelah Makkah berada dalam kendali kaum Muslimin, Rasulullah SAW menunjukkan sikap pemaaf dan memberikan pengampunan secara luas kepada penduduk Makkah. Peristiwa ini menjadi teladan tentang kemenangan yang disertai kerendahan hati, kasih sayang, dan perdamaian.

💡 Kaitan dengan Materi Hari Ini
Fathu Makkah bukan sekadar kisah kemenangan. Peristiwa ini mengajarkan bahwa kekuatan sejati terlihat ketika seseorang mampu mengendalikan diri, memaafkan, menjaga perdamaian, dan tidak menggunakan kemenangan untuk membalas dendam.

 

Nilai Keteladanan Rasulullah SAW

·        Teguh memegang prinsip: tetap berpegang pada kebenaran dan menepati kesepakatan.

·        Bijaksana: memilih tindakan yang mengutamakan keselamatan dan kemaslahatan.

·        Pemaaf: tidak menjadikan kemenangan sebagai kesempatan untuk membalas dendam.

·        Rendah hati: tidak sombong ketika memperoleh keberhasilan.

·        Menjaga persaudaraan: membuka jalan untuk memperbaiki hubungan dan hidup damai.

Pertanyaan Perenungan

1.      Mengapa Rasulullah SAW memilih sikap pemaaf ketika berhasil memasuki Kota Makkah?

2.      Apa perbedaan antara menjadi kuat dan membalas dendam?

3.      Jika teman pernah menyakiti hatimu lalu meminta maaf, sikap apa yang dapat kamu teladani dari Rasulullah SAW?

4.      Bagaimana cara menjaga persaudaraan dan perdamaian di kelas setelah terjadi perselisihan?

🌟 Pesan Karakter Hari Ini
Jadilah pribadi yang kuat dalam kebenaran, lembut dalam sikap, berani memaafkan, rendah hati saat berhasil, dan selalu berusaha menjaga perdamaian.

 

6. Video Pembelajaran

Judul / tautan video: ................................................................................................

Guru dapat memasukkan tautan video pembelajaran tentang Fathu Makkah dari sumber yang tepercaya dan sesuai usia peserta didik.

Petunjuk menyimak:

·        Perhatikan latar belakang terjadinya Fathu Makkah.

·        Catat urutan peristiwa penting.

·        Amati sikap Rasulullah SAW ketika memasuki Kota Makkah.

·        Tuliskan dua hikmah yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

7. Ayo Berlatih! (10 Soal Pilihan Ganda)

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang (X) pada huruf A, B, C, atau D.

1. Apa arti Fathu Makkah?

A. Perang Badar

B. Pembebasan Kota Makkah

C. Perjalanan ke Madinah

D. Perjanjian di Thaif

2. Fathu Makkah terjadi pada tahun ... Hijriah.

A. 2

B. 5

C. 8

D. 10

3. Salah satu latar belakang Fathu Makkah adalah ...

A. Pelanggaran Perjanjian Hudaibiyah

B. Pembangunan Masjid Nabawi

C. Perjalanan hijrah ke Habasyah

D. Perang Tabuk

4. Bani Khuza'ah merupakan sekutu ...

A. Romawi

B. Quraisy

C. kaum Muslimin

D. Persia

5. Bani Bakr yang bersekutu dengan Quraisy menyerang ...

A. Bani Hasyim

B. Bani Khuza'ah

C. kaum Anshar

D. penduduk Thaif

6. Sikap Rasulullah SAW ketika memasuki Makkah adalah ...

A. Menyombongkan kemenangan

B. Mengutamakan keselamatan dan menghindari pertumpahan darah

C. Membalas semua perlakuan buruk

D. Memaksa semua orang membalas dendam

7. Salah satu keteladanan Rasulullah SAW dalam Fathu Makkah adalah ...

A. Pendendam

B. Sombong

C. Pemaaf

D. Pemarah

8. Ketika berhasil meraih kemenangan, sikap yang sebaiknya kita tunjukkan adalah ...

A. Rendah hati dan bersyukur

B. Mengejek yang kalah

C. Merasa paling hebat

D. Membalas kesalahan orang lain

9. Jika teman meminta maaf setelah melakukan kesalahan, sikap yang sesuai dengan keteladanan Rasulullah SAW adalah ...

A. Mempermalukannya

B. Mendiamkannya selamanya

C. Memaafkan dan mengingatkan dengan baik

D. Membalas kesalahannya

10. Hikmah penting dari peristiwa Fathu Makkah adalah ...

A. Kemenangan harus disertai kesombongan

B. Perdamaian, pemaafan, dan persaudaraan perlu dijaga

C. Perselisihan harus diperpanjang

D. Kekuatan digunakan untuk balas dendam

Kunci Jawaban

1. B   •   2. C   •   3. A   •   4. C   •   5. B   •   6. B   •   7. C   •   8. A   •   9. C   •   10. B

Catatan guru: Kunci jawaban dapat dipisahkan atau dihapus sebelum lembar latihan dibagikan kepada peserta didik.

8. Jejak Pembelajaran Mendalam

Pembelajaran hari ini dirancang dengan pendekatan Deep Learning yang memuat tiga unsur berikut:

🧘 Mindful (Kesadaran Penuh)

Peserta didik menyimak kisah Fathu Makkah dengan fokus, mengidentifikasi informasi penting, serta menyadari sikap yang muncul ketika menghadapi konflik.

🎯 Meaningful (Bermakna)

Peserta didik menghubungkan keteladanan Rasulullah SAW—pemaaf, bijaksana, rendah hati, dan menjaga perdamaian—dengan pengalaman nyata di rumah, sekolah, dan lingkungan pertemanan.

😄 Joyful (Menyenangkan)

Peserta didik belajar melalui kartu kronologi, diskusi kelompok, peta pikiran, kuis, atau presentasi singkat dalam suasana yang aman, aktif, dan menggembirakan.

9. Kesimpulan dan Refleksi

Fathu Makkah merupakan peristiwa pembebasan Kota Makkah yang terjadi pada tahun 8 Hijriah. Peristiwa ini mengajarkan keteguhan, kebijaksanaan, pemaafan, kerendahan hati, dan pentingnya menjaga perdamaian. Rasulullah SAW menunjukkan bahwa kemenangan tidak harus diikuti kesombongan atau balas dendam.

🌟 Hasil Pembelajaran
Alhamdulillah pembelajran hari ini peserta didik sebagian besar memahami peristiwa Fathu Mekkah yang diperjuangkan oleh Rasulullah SAW

 

Refleksi Peserta Didik

·        Hal baru yang saya pelajari hari ini adalah ........................................................................

·        Sikap Rasulullah SAW yang ingin saya teladani adalah ........................................................

·        Satu tindakan nyata yang akan saya lakukan untuk menjaga perdamaian adalah ....................

 

Senin, 05 Oktober 2026

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM V

🌈 MODUL AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Menghargai Perbedaan

Bergaul dan menghormati sesama teman, tetangga, hingga non-Muslim

Fase C · Kelas V · Pembelajaran Mendalam (Ma-Mi-Joy)


1️⃣ Identitas Modul

Komponen

Keterangan

👩‍🏫 Nama Guru

: Rahmawati Handayani, M.Pd.I

📅 Hari / Tanggal

: Senin / 5 Oktober 2026

🎓 Fase / Kelas

: C / Lima

📖 Mata Pelajaran

: Pendidikan Agama Islam

🌟 Materi

: Menghargai Perbedaan — Bergaul dan menghormati sesama teman, tetangga, hingga non-Muslim

🔢 Pertemuan Ke

: Disesuaikan dengan program pembelajaran


2️⃣ Apersepsi

A. Salam, Sapa, dan Pengondisian

Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam, menyapa peserta didik dengan ramah, memimpin doa, serta memeriksa kesiapan belajar.

💬 Pertanyaan pemantik:

  • Apakah semua teman di kelas memiliki kebiasaan, kesukaan, dan latar belakang yang sama?
  • Bagaimana sikap kita jika ada teman yang berbeda pendapat atau berbeda agama?
  • Apakah kita boleh berbuat baik kepada tetangga yang berbeda agama?

Guru menyampaikan bahwa perbedaan bukan alasan untuk bermusuhan. Sebaliknya, perbedaan menjadi kesempatan untuk belajar menghormati, bekerja sama, dan menunjukkan akhlak mulia.

B. Menghubungkan Kebesaran Allah dengan Materi

Asma Allah

Makna bagi sikap kita

🌍 1. Al-Khaliq (Maha Pencipta)

Allah menciptakan manusia dengan berbagai perbedaan: warna kulit, bahasa, kebiasaan, dan latar belakang. Karena itu, kita tidak boleh mengejek atau merendahkan orang lain karena perbedaannya. Dalil: QS. Al-Hujurat ayat 13.

👑 2. Al-Malik (Maha Merajai dan Menguasai)

Allah adalah pemilik dan penguasa seluruh alam. Semua manusia berada dalam kekuasaan-Nya. Kesadaran ini mengajarkan kita untuk tidak merasa paling hebat, tidak sombong, dan tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.

🎁 3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)

Allah memberikan rezeki dengan berbagai cara. Kita belajar bersyukur dengan berbagi, menolong tetangga, membantu teman, dan berbuat baik tanpa membeda-bedakan latar belakangnya.

💡 Penguatan guru: “Jika Allah menciptakan manusia dengan beragam perbedaan, sudah seharusnya kita menghormati ciptaan-Nya. Kita boleh berbeda, tetapi tetap harus saling berbuat baik.”

3️⃣ Capaian Pembelajaran (CP)

🎯 Peserta didik memahami bahwa keberagaman merupakan ketetapan Allah, serta mampu menunjukkan sikap toleran, santun, adil, dan menghargai perbedaan dalam pergaulan dengan teman, tetangga, dan masyarakat, termasuk yang berbeda agama, tanpa mencampuradukkan akidah dan ibadah.

4️⃣ Tujuan Pembelajaran (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

Kode

Tujuan Pembelajaran

TP 1

Menjelaskan makna menghargai perbedaan sebagai bagian dari keberagaman ciptaan Allah.

TP 2

Mengidentifikasi contoh perilaku menghormati teman, tetangga, dan orang yang berbeda agama.

TP 3

Menganalisis tindakan yang tepat ketika menghadapi perbedaan pendapat, kebiasaan, atau keyakinan.

TP 4

Mempraktikkan perilaku santun, adil, peduli, dan suka menolong tanpa diskriminasi.

TP 5

Menunjukkan sikap berkesadaran dalam menjaga ucapan dan tindakan, memahami manfaat menghargai perbedaan bagi kehidupan, serta merasakan kegembiraan dalam bekerja sama dan hidup rukun.

✨ Integrasi Prinsip Pembelajaran Mendalam (Ma-Mi-Joy)

Prinsip

Penerapan

🧠 Mindful (Berkesadaran)

Peserta didik menyadari bahwa setiap manusia memiliki perbedaan dan bertanggung jawab menjaga ucapan serta tindakannya.

🔗 Meaningful (Bermakna)

Peserta didik menghubungkan materi dengan pengalaman nyata di kelas, lingkungan rumah, dan kehidupan bertetangga.

😊 Joyful (Menggembirakan)

Peserta didik belajar melalui permainan kartu situasi, diskusi kelompok, bermain peran, dan refleksi yang menyenangkan.


5️⃣ Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Tahap

Kegiatan Pembelajaran

Prinsip

👀 1. Mengamati

Mengamati gambar atau video tentang keberagaman dan pergaulan antarteman.

Mindful

💭 2. Memahami

Menjelaskan makna perbedaan, dalil QS. Al-Hujurat ayat 13, serta kebesaran Allah sebagai Pencipta, Penguasa, dan Pemberi Rezeki.

Meaningful

🔍 3. Mengidentifikasi

Menemukan contoh perilaku menghargai dan tidak menghargai perbedaan di sekolah maupun lingkungan rumah.

Mindful

🧩 4. Menganalisis

Mendiskusikan kasus sederhana tentang mengejek teman, membantu tetangga berbeda agama, dan menghormati waktu ibadah orang lain.

Meaningful

🎭 5. Mempraktikkan

Melakukan bermain peran tentang cara menyelesaikan perbedaan pendapat dengan santun.

Joyful

🪞 6. Merefleksikan

Menyampaikan pelajaran yang diperoleh dan menuliskan satu tindakan nyata yang akan dilakukan.

Mindful & Meaningful

📝 7. Mengevaluasi

Mengerjakan soal latihan atau post-test untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran.

Meaningful

✅ Kriteria ketercapaian: Peserta didik mampu menjelaskan makna menghargai perbedaan, memberikan minimal tiga contoh perilaku positif, menentukan solusi yang tepat pada situasi sehari-hari, dan menunjukkan sikap santun selama kegiatan pembelajaran.


6️⃣ Model / Metode Pembelajaran

Model: Problem-Based Learning (PBL) yang dipadukan dengan pembelajaran kooperatif.

Metode:

  • Tanya jawab dan diskusi
  • Mengamati video pembelajaran
  • Analisis kasus sederhana
  • Bermain peran (role-play)
  • Refleksi dan penugasan individu

Media dan sumber belajar:

  • Al-Qur'an, khususnya QS. Al-Hujurat ayat 13
  • Gambar atau video tentang keberagaman
  • Kartu situasi kehidupan sehari-hari
  • Papan tulis, buku PAI, dan lembar kerja peserta didik

7️⃣ Penjabaran Materi

A. Pengertian Menghargai Perbedaan

Menghargai perbedaan adalah sikap menerima keberagaman dan memperlakukan orang lain dengan baik tanpa mengejek, merendahkan, mengucilkan, atau melakukan diskriminasi.

⚠️ Perlu diingat: Menghargai perbedaan bukan berarti menyetujui semua pendapat atau mengikuti semua keyakinan orang lain. Kita tetap berpegang teguh pada ajaran Islam sekaligus menghormati hak orang lain.

B. Dalil Al-Qur'an

📖 QS. Al-Hujurat ayat 13

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا

Artinya: “Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal.”

Pesan ayat:

  • Allah menciptakan manusia dengan keberagaman.
  • Perbedaan bukan alasan untuk merasa lebih mulia daripada orang lain.
  • Kita harus saling mengenal, menghormati, dan menjaga hubungan baik.

C. Contoh Menghargai Perbedaan

🏫 Terhadap teman di sekolah

🏘️ Terhadap tetangga

🤝 Terhadap teman atau tetangga non-Muslim

Tidak mengejek nama, fisik, kebiasaan, atau kemampuan teman

Menyapa tetangga dengan sopan

Berbicara dengan santun dan tidak menghina keyakinannya

Mendengarkan pendapat teman ketika berdiskusi

Membantu tetangga yang mengalami musibah

Bekerja sama dalam kegiatan sosial yang baik

Tidak mengucilkan teman dari kelompok belajar

Menjaga kebersihan dan ketenangan lingkungan

Membantu ketika membutuhkan pertolongan

Membantu teman yang mengalami kesulitan

Tidak membeda-bedakan bantuan berdasarkan latar belakang

Menghormati pelaksanaan ibadah masing-masing

Tetap menjaga akidah dan melaksanakan ibadah sesuai ajaran Islam

D. Kegiatan Mengamati Video 🎬

Guru menayangkan video pendek bertema keberagaman, persahabatan, toleransi, atau gotong royong.

Pertanyaan setelah menonton:

  1. Perbedaan apa yang terlihat dalam video?
  2. Perilaku baik apa yang ditunjukkan tokoh dalam video?
  3. Apa akibatnya jika seseorang mengejek atau mengucilkan orang lain?
  4. Apa yang akan kamu lakukan jika melihat teman diperlakukan tidak adil?

E. Aktivitas Bermakna: “Aku Berbeda, Kita Tetap Bersaudara” 🎭

Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok memperoleh satu kartu situasi.

Kartu

Situasi

🃏 Situasi 1

Seorang teman diejek karena memiliki kebiasaan yang berbeda.

🃏 Situasi 2

Tetangga yang berbeda agama membutuhkan bantuan ketika mengalami musibah.

🃏 Situasi 3

Dua anggota kelompok memiliki pendapat yang berbeda saat mengerjakan tugas.

Tugas kelompok:

  1. Mengidentifikasi masalah.
  2. Menentukan tindakan yang tepat.
  3. Memeragakan solusi melalui bermain peran.
  4. Menyampaikan nilai akhlak yang dapat dipelajari.

8️⃣ Latihan / Post-Test 📝

Pilihlah jawaban yang paling tepat.

1. Allah menciptakan manusia dengan beragam suku dan bangsa agar manusia ....

  • A. saling bersaing untuk menjadi paling hebat
  • B. saling mengenal dan menghormati
  • C. memilih teman yang sama saja
  • D. menghindari orang yang berbeda

2. Ketika pendapat teman berbeda dengan pendapatmu, sikap yang tepat adalah ....

  • A. memaksakan pendapat sendiri
  • B. meninggalkan kelompok
  • C. mendengarkan dan mendiskusikan pendapat dengan santun
  • D. mengejek pendapat teman

3. Tetanggamu yang berbeda agama mengalami musibah. Sikap yang sesuai dengan akhlak mulia adalah ....

  • A. membiarkannya karena berbeda agama
  • B. membantu dengan ikhlas sesuai kemampuan
  • C. menunggu orang lain membantu
  • D. menjauhinya

4. Perilaku yang tidak mencerminkan penghargaan terhadap perbedaan adalah ....

  • A. bekerja sama dalam tugas kelompok
  • B. menolong teman yang kesulitan
  • C. menghormati teman yang berbeda kebiasaan
  • D. mengucilkan teman karena latar belakangnya

5. Hubungan antara Allah Al-Khaliq dan sikap menghargai perbedaan adalah ....

  • A. semua manusia harus memiliki kebiasaan yang sama
  • B. perbedaan menunjukkan bahwa manusia boleh saling merendahkan
  • C. manusia perlu menghargai sesama sebagai ciptaan Allah
  • D. manusia hanya boleh berbuat baik kepada teman dekat

6. Saat teman sedang menjalankan ibadah sesuai agamanya, tindakan yang tepat adalah ....

  • A. mengganggunya agar ikut kegiatan kita
  • B. menghormati dan tidak mengganggu ibadahnya
  • C. mengejek cara ibadahnya
  • D. memaksanya mengikuti ibadah kita

7. Allah Ar-Razzaq mengajarkan kita untuk ....

  • A. menyimpan semua rezeki untuk diri sendiri
  • B. hanya membantu orang yang sependapat
  • C. bersyukur dan berbagi kebaikan dengan sesama
  • D. merasa lebih baik daripada orang lain

8. Dalam diskusi kelompok, seorang teman terus-menerus tidak diberi kesempatan berbicara. Tindakan terbaik adalah ....

  • A. membiarkannya karena bukan urusan kita
  • B. mengajak kelompok memberikan kesempatan kepadanya
  • C. ikut mengabaikannya
  • D. menghentikan diskusi tanpa penjelasan

9. Menghargai perbedaan agama berarti ....

  • A. mengikuti semua ibadah agama lain
  • B. mencampuradukkan seluruh keyakinan
  • C. menghormati orang lain tanpa meninggalkan akidah sendiri
  • D. tidak boleh berteman dengan pemeluk agama lain

10. Setelah mempelajari materi ini, tindakan nyata yang paling tepat adalah ....

  • A. berteman hanya dengan orang yang sama dengan kita
  • B. menghindari tetangga yang berbeda kebiasaan
  • C. menghormati, menolong, dan tidak mengejek orang lain
  • D. memaksakan semua teman memiliki pendapat yang sama