Kamis, 03 September 2026

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM V

 



بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

🕌 Manusia sebagai Khalifah

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti • Kelas V • Kurikulum Merdeka

Nama Guru: Rahmawati Handayani
Mata Pelajaran: Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI)
Hari / Tanggal: Jumat / 4 September 2026
Fase / Kelas: C / V (LIMA) AISYAH
Materi: Manusia sebagai Khalifah
Pertemuan: 9
1

Capaian Pembelajaran (CP)

Elemen: Akidah — Fase C (Kelas V dan VI)Pada akhir Fase C, peserta didik memahami kedudukan manusia sebagai khalifah di muka bumi, meyakini bahwa Allah SWT mengamanahkan bumi beserta isinya untuk dijaga dan dikelola dengan baik. Peserta didik mampu menjelaskan tugas dan tanggung jawab khalifah, serta menerapkan perilaku menjaga alam, berbuat baik kepada sesama, dan memakmurkan lingkungan sebagai wujud amanah dari Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari.
2

Tujuan Pembelajaran

🎯
TP UMUMPeserta didik dapat memahami kedudukan dan tugas manusia sebagai khalifah di bumi.
🌍
MEANINGFULMelalui pengamatan lingkungan sekitar, peserta didik mampu menjelaskan tanggung jawab menjaga dan memakmurkan alam sebagai amanah Allah SWT.
🤝
MEANINGFULPeserta didik mampu menunjukkan contoh perilaku khalifah dalam kehidupan sehari-hari di rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar.
🔍
MINDFULMelalui pengamatan dalil Al-Qur'an dan kejadian sehari-hari, peserta didik mampu mengidentifikasi tugas-tugas khalifah dengan teliti.
🧭
MINDFULPeserta didik mampu memeriksa kembali perilakunya sendiri, apakah sudah mencerminkan tugas sebagai khalifah yang baik.
😄
JOYFULMelalui permainan kartu tugas atau simulasi kelompok, peserta didik mampu mempraktikkan peran khalifah dengan gembira dan penuh semangat.
3

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

KodeAlur Tujuan Pembelajaran
3.1MINDFUL Peserta didik mengamati kisah dan dalil tentang penciptaan manusia sebagai khalifah dengan saksama.
3.2TP UMUM Peserta didik memahami kedudukan dan tugas manusia sebagai khalifah. ← inti materi
3.3MEANINGFUL Peserta didik menjelaskan tanggung jawab menjaga dan memakmurkan alam sebagai amanah Allah SWT.
3.4MEANINGFUL Peserta didik menunjukkan contoh perilaku khalifah dalam kehidupan sehari-hari.
3.5MINDFUL Peserta didik memeriksa kembali perilakunya agar sesuai dengan tugas khalifah yang baik.
3.6JOYFUL Peserta didik mempraktikkan peran khalifah melalui permainan kartu tugas/simulasi kelompok dengan gembira.
4

Model & Metode Pembelajaran

🌱 Model: Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) berbasis kontekstual, memadukan unsur mindful, meaningful, dan joyful.

🔍
Discovery Learning — siswa menemukan sendiri makna khalifah melalui pengamatan dalil dan kisah teladan.
🧑‍🏫
Demonstrasi — guru mencontohkan perilaku menjaga lingkungan sebagai wujud tugas khalifah.
💬
Tanya Jawab & Diskusi Kelompok — siswa mendiskusikan contoh perilaku yang mencerminkan dan yang bertentangan dengan tugas khalifah.
🎲
Permainan Kartu Tugas — siswa memilah kartu perilaku "menjaga bumi" atau "merusak bumi" untuk mendukung unsur joyful.
📝
Penugasan — latihan menuliskan rencana perilaku khalifah di rumah dan sekolah.
5

Pembukaan: Mengenal Kebesaran Allah

الْخَالِقAl-Khaliq (Yang Maha Pencipta)

Allah menciptakan manusia dengan sebaik-baik bentuk dan mengangkatnya sebagai khalifah untuk mengelola bumi.

الْمَالِكAl-Malik (Yang Maha Merajai)

Bumi dan seluruh alam sepenuhnya milik Allah; manusia hanya dititipi amanah untuk mengelolanya dengan baik.

الْحَفِيظAl-Hafizh (Yang Maha Memelihara)

Allah memelihara alam semesta, dan Ia menugaskan manusia untuk turut menjaga serta memeliharanya.

💡 Kaitan dengan Materi Hari IniAllah Al-Khaliq menciptakan manusia dan mengangkatnya menjadi khalifah di bumi. Allah Al-Malik adalah pemilik seluruh alam, sementara manusia hanya dititipi amanah untuk mengelolanya. Dan seperti Allah Al-Hafizh yang memelihara alam semesta, hari ini kita akan belajar tentang tugas manusia sebagai khalifah untuk menjaga, memakmurkan, dan merawat bumi dengan penuh tanggung jawab.
🤔 Pertanyaan Perenungan
  1. Allah Al-Khaliq mengangkat manusia sebagai khalifah di bumi. Menurutmu, apa yang akan terjadi jika manusia lupa akan tugas ini?
  2. Allah Al-Malik memiliki seluruh alam, dan manusia hanya dititipi amanah. Bagaimana perasaanmu ketika kamu berhasil menjaga sesuatu yang dititipkan kepadamu dengan baik?
  3. Allah Al-Hafizh memelihara alam semesta. Mengapa penting bagi kita untuk ikut menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekitar?
6

Yuk, Ingat Lagi! (Rukun Iman)

Sebelum belajar materi baru, jawablah Benar (B) atau Salah (S) pada pernyataan berikut ini!

  • 1. Rukun iman berjumlah enam perkara.B / S
  • 2. Beriman kepada Allah berarti meyakini Allah sebagai satu-satunya Pencipta dan Pengatur alam semesta.B / S
  • 3. Malaikat diciptakan Allah dari tanah liat.B / S
  • 4. Al-Qur'an adalah kitab suci umat Islam yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.B / S
  • 5. Beriman kepada qada dan qadar berarti meyakini ketentuan baik dan buruk berasal dari Allah SWT.B / S
7

Video Pembelajaran

🎬 Tonton video di atas sebelum melanjutkan membaca materi, ya!


8

Ayo Belajar: Manusia sebagai Khalifah

🌍 A. Pengertian Khalifah

Khalifah artinya wakil atau pengganti. Allah SWT menciptakan manusia dan mengangkatnya sebagai khalifah di bumi, artinya manusia diberi amanah untuk mengatur, menjaga, dan memakmurkan bumi sesuai aturan Allah SWT.

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةًQS. Al-Baqarah [2]: 30 — Allah berfirman kepada para malaikat bahwa Ia akan menjadikan manusia sebagai khalifah di bumi.

🧾 B. Tugas Manusia sebagai Khalifah

1

Beribadah kepada Allah

Menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya dalam kehidupan sehari-hari.

2

Menjaga Alam

Merawat tumbuhan, hewan, air, dan udara agar tetap lestari dan bermanfaat.

3

Memakmurkan Bumi

Bekerja, belajar, dan berkarya untuk kebaikan diri, keluarga, dan lingkungan.

4

Berbuat Baik Sesama

Menolong, menghormati, dan menjaga hubungan baik dengan orang lain.

✅ C. Contoh Perilaku Khalifah dalam Kehidupan Sehari-hari

BENARMembuang sampah pada tempatnya dan memilah sampah organik-anorganik.
SALAHMembuang sampah sembarangan ke sungai atau selokan.
BENARMenyiram dan merawat tanaman di rumah atau sekolah.
SALAHMenebang pohon sembarangan tanpa menanam gantinya.
BENARMenghemat air dan listrik saat digunakan.

Contoh sehari-hari: Saat kamu melihat sampah berserakan di halaman sekolah, sebagai khalifah kamu bisa memungutnya dan membuangnya ke tempat sampah, bukan membiarkannya atau menambah sampah baru.

🪴 D. Langkah Menjadi Khalifah yang Baik

  • Amati lingkungan di sekitarmu, apakah sudah terjaga dengan baik atau belum.
  • Tentukan tindakan yang bisa kamu lakukan untuk menjaga atau memperbaikinya.
  • Lakukan tindakan tersebut dengan ikhlas karena Allah SWT, bukan karena dipuji orang lain.
  • Ajak teman dan keluarga untuk turut menjaga dan memakmurkan lingkungan bersama-sama.
  • Kesimpulan Materi

    Allah Swt. menciptakan manusia sebagai khalifah di bumi, yaitu wakil Allah yang diberi amanah untuk menjaga, mengelola, dan memakmurkan bumi dengan sebaik-baiknya. Sebagai khalifah, manusia memiliki tanggung jawab untuk beribadah kepada Allah, berbuat baik kepada sesama, serta menjaga kelestarian alam dan lingkungan.


  • Pesan Penting Materi

    • Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang diberi amanah sebagai khalifah di bumi.

    • Tugas khalifah adalah menjaga, merawat, dan memanfaatkan bumi dengan bijaksana.

    • Menjaga lingkungan merupakan bagian dari ibadah dan bentuk rasa syukur kepada Allah Swt.

    • Setiap perbuatan baik yang dilakukan sebagai khalifah akan mendapat pahala dari Allah Swt.

🕋 🌳 🤲 🌍 📖

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM V

 


✦ ✨ 🌈 ✨ ✦

Pendidikan Agama Islam

Belajar Menghargai Perbedaan dengan Seru, Bermakna & Menyenangkan!

📚 BLOGGER PEMBELAJARAN — KURIKULUM MERDEKA  (Versi Praktik)

🧑‍🏫  Identitas Pembelajaran

Nama Guru

Rahmawati Handayani

Hari / Tanggal

Kamis, 3 September 2026

Fase / Kelas

C / V (Lima) 

Mata Pelajaran

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

Materi

Menghargai Perbedaan Suku, Budaya, dan Keyakinan

Pertemuan Ke

8 (Praktik/Penerapan dari Pertemuan 7)

🌟  Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim 🌷

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah, hari ini kita akan mempraktikkan langsung apa yang sudah kita pelajari pada pertemuan sebelumnya tentang menghargai perbedaan suku, budaya, dan keyakinan. Allah menciptakan manusia berbeda-beda agar kita saling mengenal dan menghargai satu sama lain — dan hari ini saatnya kita membuktikannya lewat sikap dan kegiatan nyata di kelas.

       Allah Al-Khaaliq — Allah Maha Pencipta yang menciptakan manusia dari berbagai suku, bangsa, warna kulit, dan bahasa yang berbeda-beda.

       Allah Ar-Rahman — Allah Maha Pengasih kepada seluruh manusia, tanpa membeda-bedakan suku maupun asal daerahnya.

       Allah Al-'Alim — Allah Maha Mengetahui siapa di antara hamba-Nya yang paling bertakwa, bukan dilihat dari suku atau golongannya.

💡 Hubungkan dengan pembelajaran hari ini (Mindful): Pada pertemuan sebelumnya anak-anak sudah memahami makna perbedaan suku, budaya, dan keyakinan. Hari ini kita akan mempraktikkan langsung sikap menghargai perbedaan itu melalui kegiatan "Kenali Temanmu", diskusi kelompok, dan simulasi sikap toleransi.

✨ "Belajar menghargai perbedaan adalah salah satu cara kita mensyukuri keragaman ciptaan Allah." ✨

🧘 Mindful   💡 Meaningful   🎉 Joyful

🧭  Alur Tujuan Pembelajaran

       Peserta didik dapat menjelaskan makna perbedaan suku, budaya, dan keyakinan sebagai ciptaan Allah Swt.

       Peserta didik dapat menyebutkan contoh sikap menghargai perbedaan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah dan masyarakat.

       Peserta didik dapat mengaitkan Q.S. Al-Hujurat/49:13 dengan pentingnya saling mengenal antarsesama.

       Peserta didik dapat MEMPRAKTIKKAN secara langsung sikap toleran dan menghormati teman yang berbeda suku, budaya, atau keyakinan melalui kegiatan kelompok.

💡  Meaningful (Belajar yang Bermakna)

Apa Itu Perbedaan Suku, Budaya, dan Keyakinan?

1. Perbedaan Suku — kelompok masyarakat yang memiliki bahasa, adat, dan budaya yang sama.

Suku

Asal Daerah

Jawa

Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur

Sunda

Jawa Barat

Minangkabau

Sumatera Barat

Batak

Sumatera Utara

Lampung

Provinsi Lampung

Papua

Papua

 

2. Perbedaan Budaya — kebiasaan, adat istiadat, bahasa, makanan, pakaian, rumah adat, tarian, dan kesenian suatu daerah, misalnya bahasa daerah, tarian daerah, lagu daerah, makanan khas, pakaian adat, dan rumah adat.

3. Perbedaan Keyakinan — agama atau kepercayaan yang dianut seseorang.

Sikap Islam Menghargai Perbedaan

Sikap yang harus dilakukan:

Sikap Terpuji

Contoh di Sekolah

Menghormati

Mendengarkan teman berbicara dengan sopan

Toleransi

Tidak mengejek adat atau bahasa teman

Bekerja sama

Gotong royong membersihkan kelas bersama

Peduli

Menolong teman tanpa melihat suku atau daerah asal

Adil

Bermain bersama tanpa memilih-milih teman

 

Sikap yang harus dihindari:

       Mengejek logat atau bahasa daerah.

       Menghina pakaian adat teman.

       Membully teman karena berbeda suku.

       Memaksakan keyakinan kepada orang lain.

       Bermusuhan karena perbedaan budaya.

Keagungan Allah dalam Keragaman

Keragaman adalah tanda kebesaran Allah Swt. Allah menciptakan manusia berbeda-beda agar saling mengenal (ta'aruf), saling membantu (ta'awun), dan saling menghormati (tasamuh).

Nilai Karakter Islami

Nilai

Makna

Tasamuh

Toleransi terhadap perbedaan

Ta'aruf

Saling mengenal

Ta'awun

Saling membantu

Ukhuwah

Menjalin persaudaraan

📖  Pembahasan Materi

1. Indonesia, Negeri yang Beragam

Indonesia terdiri atas ratusan suku bangsa, ratusan bahasa daerah, beragam adat istiadat, serta enam agama yang diakui negara. Keragaman ini bukan kebetulan, melainkan kehendak Allah Swt. agar manusia saling mengenal dan belajar dari perbedaan.

2. Dalil tentang Keberagaman

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَٰكُمْ شُعُوبًا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟

"Wahai manusia, sungguh Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal." (Q.S. Al-Hujurat/49:13)

Ayat ini mengajarkan bahwa tujuan Allah menciptakan perbedaan suku dan bangsa adalah ta'aruf, yaitu saling mengenal, bukan untuk saling merendahkan.

3. Sikap Menghargai Perbedaan

       🤝 Berteman tanpa membeda-bedakan

       🕌 Menghormati ibadah orang lain

       🎭 Mengenal budaya daerah lain

       🗣️ Tidak mengejek logat/bahasa daerah teman

       🤲 Bekerja sama dalam kebaikan

4. Manfaat Hidup Rukun dalam Perbedaan

Persatuan menjadi lebih kuat, suasana belajar menjadi nyaman, dan kita dapat saling belajar hal-hal baik dari budaya serta kebiasaan teman yang berbeda.

🛠️  Praktik: Menerapkan Sikap Menghargai Perbedaan

Bagian ini adalah inti dari pertemuan hari ini — peserta didik tidak hanya memahami konsep, tetapi langsung mempraktikkan sikap menghargai perbedaan melalui tiga kegiatan berikut.

Praktik 1 — "Kenali Temanmu" (Wawancara Berpasangan)

       Peserta didik berpasangan dengan teman yang berbeda suku/daerah asal keluarga bila memungkinkan.

       Saling bertanya: asal suku, bahasa daerah, makanan khas keluarga, dan satu kebiasaan unik keluarga.

       Menuliskan satu hal baik yang dipelajari dari temannya di lembar kerja.

       Perwakilan pasangan menceritakan hasilnya di depan kelas (2 menit per pasangan).

Praktik 2 — Simulasi Sikap Toleransi

       Guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok kecil (4-5 orang).

       Setiap kelompok mendapat satu kartu skenario, misalnya: 'Ada teman baru yang berbicara dengan logat berbeda dan diejek oleh sebagian teman sekelas.'

       Kelompok mendiskusikan dan memperagakan (role play) bagaimana sikap yang benar sesuai ajaran Islam.

       Kelompok lain memberi tanggapan singkat setelah setiap peragaan.

Praktik 3 — Komitmen Bersama

       Setiap peserta didik menuliskan satu janji/komitmen pribadi untuk menghargai perbedaan di kelas.

       Komitmen ditempel pada 'Pohon Toleransi' di dinding kelas sebagai pengingat bersama.

🧩  Media / Alat Peraga

       Kartu skenario role play sikap toleransi.

       Lembar kerja wawancara "Kenali Temanmu".

       Gambar aneka rumah adat, pakaian adat, dan tarian daerah Indonesia.

       Kertas warna/daun kertas untuk 'Pohon Toleransi'.

🎉  Joyful (Belajar Menyenangkan)

Aktivitas — Tebak Keragaman Indonesia

       Rumah Gadang — Rumah Adat Sumatera Barat.

       Tari Saman — Tarian khas Aceh.

       Rumah Nuwo Sesat — Rumah Adat Provinsi Lampung.

Tugas: Sebutkan nama rumah adat, tarian, atau pakaian adat pada gambar yang ditunjukkan guru, lalu jelaskan asal daerahnya.

📝  Post-Test (Beserta Kunci Jawaban)

A. Pilihan Ganda

1. Sikap yang sesuai dengan ajaran Islam ketika berteman dengan teman yang berbeda suku adalah ....

       a. memilih teman dari suku yang sama

       b. menghormati dan berteman dengan semua teman ✅

       c. mengejek bahasa daerah teman

2. Perbedaan suku, budaya, dan bahasa di Indonesia merupakan ....

       a. penyebab untuk saling bermusuhan

       b. kekayaan dan anugerah dari Allah Swt. ✅

       c. alasan untuk membeda-bedakan teman

B. Uraian Singkat (Contoh Jawaban)

1. Tuliskan dua contoh sikap yang menunjukkan toleransi terhadap teman yang berbeda suku atau budaya di sekolah!

       Tidak mengejek logat atau bahasa daerah teman saat berbicara di kelas.

       Mau bermain dan bekerja sama dalam kelompok dengan teman dari suku mana pun.

2. Mengapa kita harus menghargai perbedaan suku, budaya, dan keyakinan dalam kehidupan sehari-hari?

Karena perbedaan adalah ciptaan dan kehendak Allah Swt. agar manusia saling mengenal (ta'aruf), bukan untuk saling bermusuhan. Dengan menghargai perbedaan, kita menjaga persatuan, kerukunan, dan mencerminkan akhlak mulia seorang muslim.

💭  Kesimpulan & Refleksi

📌 Kesimpulan Materi

Allah Swt. menciptakan manusia dengan suku, budaya, dan keyakinan yang berbeda-beda agar saling mengenal, bukan untuk saling bermusuhan. Melalui kegiatan praktik hari ini, peserta didik tidak hanya memahami konsep menghargai perbedaan, tetapi juga telah menerapkannya secara langsung melalui wawancara, simulasi, dan komitmen pribadi.

🌟 Refleksi Pembelajaran Hari Ini

Bagaimana perasaanmu belajar dan mempraktikkan sikap menghargai perbedaan hari ini?

😞   😐   🙂   😄   🤩

👩‍🏫 Refleksi Guru

Alhamdulillah peserta didik mampu menjelaskan makna perbedaan suku, budaya, dan keyakinan sebagai ciptaan Allah Swt. serta mampu mempraktikkan sikap toleransi melalui kegiatan kelompok. Sebagian peserta didik masih memerlukan bimbingan agar lebih percaya diri saat presentasi di depan kelas.